

Aku pergi menjadi sepasang mata
yang menatapmu layaknya orang asing
dan menatap duri dari kejauhan
Aku pergi meninggalkan
tempat lampauku yang tragis
bersama ¼ – 2 ¼ pertengkaran
yang kau wariskan padaku
Suntuk rasanya aku hidup
diantara permintaan redup:
mereka yang kau kabulkan
hanya takjup pada dirinya
Biarlah cinta dan pengalamannya
-dua madzhab sesembahan penyair ini-
ku tinggalkan bersamamu
tak kuat ku terima kutukannya
dan rayuan-rayuannya.
Aku ingin benci kepadamu
yang menuliskanku
di ujung senyuman bohongmu
dan di aliran rasamu yang dibuat-buat
Sekarang aku pergi
dan biarlah di tengah perjalananku
kau mengunjungi puisiku yang menjadi musuh
di masa kecilku.
Degub Cipta, 2021
Untuk pemuatan karya sastra (Puisi, Cerpen, Pentigraf, Esai, Pantun, Kritik, Resensi, Peristiwa Budaya, dan tulisan sastra lainnya) silakan dikirim melalui surel:
redaksi.tirastimes@gmail.com
Always keren. Semangat selalu author:)