

Gemercik riak Siak bukakan pintu
Senapelan tempat berlabuh
Derap sepatu di tanah berminyak
Rumbai pesisir jadi tujuan
Tak lelah menggeliat merengkuh tuah
Dengus nafas tersamar di semak rawa
Merayau-rayau di belantara
Derau mesin berantai besi
Membelah Pulai meretas Keduduk
Lirih berdentang sikuku baja
Mengeruk si akar tunggang
tengadah mengering menatap langit
Oooh…..
Rintih pilu sipokok Giam
Rebah tercerabut patah terburai
Jadi gelondong lapuk disekap lumut
Pekan baru kota bertuah
Membina tiang-tiang angkuh berlampu kilau
Dipaksa bersolek ditengah cermin
Tapi..
dibalik buram tepi cerminmu
Seringai rakus si Tuan tanah
mengais di hutan rimbamu
Sang Datok silih berganti singgasana
Sekejap pindah kebalik jeruji
tuk menatap laku yang sama lagi
Pekan baru kota beriman
Lihatlah sibudak kecil itu
Yang dulu rajin mengaji
Kumandangkan Azan petang dan pagi
Kini pulang untuk bertanam
Menanam asa bijak bestari
Marangkai bunga-rampai ilmu terpuji
Menyusun kitab-kitab sang cendikia
Merangkum makna-makna nan berharga
Tak terjilat keserakahan
Tak terjamah angkara murka
Tak tercemar kuasa durjana
Dia berkhidmat tuk buat karya
Pekan baru pasti berjaya
Untuk pemuatan karya sastra (Puisi, Cerpen, Pentigraf, Esai, Pantun, Kritik, Resensi, Peristiwa Budaya, dan tulisan sastra lainnya) silakan dikirim melalui surel:
redaksi.tirastimes@gmail.com