Kota Bertuah | Puisi : Hamdi

72

KOTA BERTUAH

Gemercik riak Siak bukakan pintu

Senapelan tempat berlabuh

Derap sepatu di tanah berminyak

Rumbai pesisir jadi tujuan

Tak lelah menggeliat merengkuh tuah

Dengus nafas tersamar di semak rawa

Merayau-rayau di belantara

Derau mesin berantai besi

Membelah Pulai meretas Keduduk

Lirih berdentang sikuku baja

Mengeruk si akar tunggang

tengadah mengering menatap langit

Oooh…..

Rintih pilu sipokok Giam

Rebah tercerabut patah terburai

Jadi gelondong lapuk disekap lumut

Pekan baru kota bertuah

Membina tiang-tiang angkuh berlampu kilau

Dipaksa bersolek ditengah cermin

Tapi..

dibalik buram tepi cerminmu

Seringai rakus si Tuan tanah

mengais di hutan rimbamu

Sang Datok silih berganti singgasana

Sekejap pindah kebalik jeruji

tuk menatap laku yang sama lagi

Pekan baru kota beriman

Lihatlah sibudak kecil itu

Yang dulu rajin mengaji

Kumandangkan Azan petang dan pagi

Kini pulang untuk bertanam

Menanam asa bijak bestari

Marangkai bunga-rampai ilmu terpuji

Menyusun kitab-kitab sang cendikia

Merangkum makna-makna nan berharga

Tak terjilat keserakahan

Tak terjamah angkara murka

Tak tercemar kuasa durjana

Dia berkhidmat tuk buat karya

Pekan baru pasti berjaya


  • Hamdi, lahir di Gurun Panjang, Pesisir Selatan Sumatera Barat. Menjadi guru fisika di SMAS Cendana Mandau sejak 1996. Menulis esai yang terbit dalam antologi “Menjejak Sejarah dengan Belajar di Masa Pandemi Covid-19” (2020). Juga menulis puisi dalam antologi “Tentang Rasa, Negeri dan Selarik Kata” (2021).

Untuk pemuatan karya sastra (Puisi, Cerpen, Pentigraf, Esai, Pantun, Kritik, Resensi, Peristiwa Budaya, dan tulisan sastra lainnya) silakan dikirim melalui surel:

redaksi.tirastimes@gmail.com

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan