di antara sekian banyak balon
yang pernah singgah di balkon
kau lah balon paling unik
sekaligus paling menarik
dengan cerita paling klasik
kau datang di tengah riuh belia
suguhkan secawan asa
untuk kutelan di akhir masa
kala itu, akalku tak sanggup mencerna
perihal cawanmu yang terlalu sempurna
maka kubiarkan kau mendekap harap
menanti jawab yang tak kunjung lengkap
dan denganmu sengaja kucipta jarak
hindari aneka tanya menyeruak
dari dinding pikiranmu yang sesak
oleh sikapku yang teramat kanak-kanak
beberapa tahun kemudian kudengar kabar
kau pergi belajar sekaligus memohon restu
pada guru yang menambah kesholehanmu
dan melalui sang guru kau serahkan secawan asa itu
kepada siapapun yang sudi menerimamu
ternyata wanita beruntung itu adalah ia
yang usianya lima belas tahun lebih tua
dan ia seorang ahli ternama
sungguh, caramu yang awalnya kuanggap sama
dengan pangeran dalam dongeng cinderella
ternyata berujung seperti kisah nabi sang baginda
suatu hari di dalam pesawat
tak sengaja aku melihat
sosokmu dalam sebuah majalah
sebagai pasangan sejati dari perempuan terkenal itu
entah mengapa air mataku tumpah
membingkai wajahku yang malu merah
membayangkan sikapku di masa lalu
sikap yang mengabadikan sesal di kalbu
dan sejak saat itu
kau di benakku sering hadir
sering aku berkhayal merubah takdir
menjadikannya indah tanpa getir
hingga pada suatu pagi
jantungku seolah nyaris berhenti
mendengar kabar dari grup sekolah
bahwa kau baru saja menutup mata
untuk selama-lamanya
aku dari belahan bumi yang lain
tak mampu menahan gejolak batin
air mataku deras mengalir
basahi bibirku yang bergelimang zikir
kupanjatkan doa-doa
melepasmu menuju Sang Maha Cinta
Pekanbaru, Juli 2022