: Kepada Kak Kunni Masrohanti
Ini barangkali adalah rindu
Yang sengaja dipertemukan.
Untuk pertama kali,
Aku berhadapan dengan
Perempuan hujan.
Mungkin tak selesai,
Bila memuisikan dirinya
Sesungguh, dia adalah
Puisi yang sebenar-benarnya puisi
Tak mampu bila diungkap dengan rasa
Itu lewat kata, atau sajak semacamnya.
Perempuan hujan,
Selalu menyelip rahasia
Tapi biarlah itu menjadi tanda
Bahwa kau tak perlu menafsirkannya
Cukup kau nikmati dan rasakan
Betapa gerimis yang ia bawa
Adalah mekar rindu yang subur
Menumbuhkan bunga-bunga harum.
Perempuan hujan,
Adakah lagi sebuah pertemuan?
Semoga di musim bunga berikutnya
Kita bisa bertemu dengan secangkir rasa yang telah penuh, menunggu.
(2022)
Mohammed Al Syafiq, itulah nama penanya. Seorang penikmat sastra sekaligus mahasiswa. Ia bermastautin di Bengkalis. Pria kelahiran Pangkalan Batang pada 20 Febuari 2001 ini aktif di beberapa organisasi literasi seperti Rumah Sastra Bengkalis, FLP Cabang Wilayah Bengkalis, dan Komunitas Menulis Bengkalis. Karya puisinya telah di bukukan antologi bersama, Rindu Si Anak Pulau (Oase Pustaka,2020) adalah buku antologi puisi tunggal pertamanya.
Menikmati, setiap kata yang ditulis dengan penuh kerinduan itu seperti sedang jatuh cinta ya…