Dan, Perempuan Hujan | Puisi : Mohammed Al Syafiq

114

Dan, Perempuan Hujan

: Kepada Kak Kunni Masrohanti

Ini barangkali adalah rindu

Yang sengaja dipertemukan.

Untuk pertama kali,

Aku berhadapan dengan

Perempuan hujan.

Mungkin tak selesai,

Bila memuisikan dirinya

Sesungguh, dia adalah

Puisi yang sebenar-benarnya puisi

Tak mampu bila diungkap dengan rasa

Itu lewat kata, atau sajak semacamnya.

Perempuan hujan,

Selalu menyelip rahasia

Tapi biarlah itu menjadi tanda

Bahwa kau tak perlu menafsirkannya

Cukup kau nikmati dan rasakan

Betapa gerimis yang ia bawa

Adalah mekar rindu yang subur

Menumbuhkan bunga-bunga harum.

Perempuan hujan,

Adakah lagi sebuah pertemuan?

Semoga di musim bunga berikutnya

Kita bisa bertemu dengan secangkir rasa yang telah penuh, menunggu.

(2022)

Mohammed Al Syafiq, itulah nama penanya. Seorang penikmat sastra sekaligus mahasiswa. Ia bermastautin di Bengkalis. Pria kelahiran Pangkalan Batang pada 20 Febuari 2001 ini aktif di beberapa organisasi literasi seperti Rumah Sastra Bengkalis, FLP Cabang Wilayah Bengkalis, dan Komunitas Menulis Bengkalis. Karya puisinya telah di bukukan antologi bersama, Rindu Si Anak Pulau (Oase Pustaka,2020) adalah buku antologi puisi tunggal pertamanya.

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan

1 Komentar
  1. Daris Kandadestra mengatakan

    Menikmati, setiap kata yang ditulis dengan penuh kerinduan itu seperti sedang jatuh cinta ya…