Serpihan dedaun kering berjatuhan,
Seiring ribuan sukma memudar.
Keindahan, kekacauan, kedamaian, ketakutan.
Selaras senja mentari enggan tertidur,
Sebuah paradoks, masa kecil di reruntuhan.
Bulir gandum merunduk malu,
Terbayang nista oleh dosa.
Tanpa pesta panen,
Hanya dentuman bom,
Dan siulan sirine peringatan.
Awan Taliban di tanah Afganistan,
Kalyana visada Adhakarta bhuvana.
Di kala senja musim gugur membara,
Nestapa pilu masa kecil lantak riuh ditelan aroma mesiu.
Cinta hilang di belantara hasrat semata.
Jua agama jadi senjata hancurkan dunia.
Senjata musim gugur, lebur terkubur bersama impian dan daun yang gugur.
Aceh, 8 November 2025.