Riau, Pusat Tamadun Melayu Antar Bangsa: Sebuah Pemikiran oleh Rida K Liamsi

58

Mengapa Riau patut menjadi pusat tamadun melayu antar bangsa? Mengapa Riau harus berperan sebagai pusat tamadun dunia melayu?
Riau punya setidaknya tiga kekuatan teras kemelayuan yang dapat menjadi prasyarat dan aspek penting sebuah pusat tamadun dunia Melayu. Aspek dan kekuatan yang berasal dari jejak panjang sejarah dan budaya Melayu:
1. Riau dahulu adalah pusat Kemaharajaan Melayu Siak Sri Indrapura yang daerah kekuasaanya membentang sepanjang pantsi timur Sumatera. Sama seperti Kemaharajaan Melaka. Siak Sri Indrapura adalah penerus dinasti Melaka, Johor dan darah Bukit Siguntang.
2. Riau pewaris sah filosofi melayu: esa hilang dua terbilang, patah tumbuh hilang berganti, takkan melayu hilang di dunia. Semangat filosofi ini ujud di Riau dalam bentuk: adanya warisan bahasa dan aksara Melayu , warisan adat istiadat yang tetap hidup dan dipakai oleh masyarakatnya dan Islam sebagai agama pemersatu penerus kemelayuannya sejak zaman Sriwijaya.
3. Riau punya Tunjuk Ajar Melayu, karya utama Datuk Tenas Effendy sebagai doktrin, yang telah merumuskan dengan cermat dan cerdas tentang kemelayuan dan seluruh adat dan tradisinya. Karena itu patutlah kalau di Riau didirikan pusat studi budaya melayu. Sebuah institut budaya: Institut Tenas Effendy. Di mana masyarakat dunia boleh belajar di sini. Yang lebih penting , hanya kemelayuan lah yang dapat membuat Riau jadi Istimewa dan dipandang dunia. Bukan minyak, bukan hutan. Kemelayuanlah yang dapat menggerakkan Riau menjadi sebuah daerah khusus. Menyatukan visi dan mimpi masa depan dunia Melayu.

Berita Lainnya

Bagaimana mewujudkannya? Apa langkah strategisnya ?

Kita mulai dengan mendirikan lembaga independen sebagai pusat kajian kemelayuan yang kita namakan: Pusat Kajian Kemelayuan Tenas Effendy yang akan jadi forum dimana pikiran Tenas Effendy yang terhimpun dalam master piecenya Tunjuk Ajar Melayu yang ditulis 20 tahun lalu hasil riset beliau selama 30 tahun, kita diskusi dalam berbagai format. Kelak lembaga pusat kajian ini bisa saja berubah jadi Institut Tenas Effendy sebagai mana teman-teman di Melaka mendirikan Institut Tun Perak sebagai lembaga perawat dan penyebar luas pemikiran dan kewiraan Tun Perak.

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan