Satu Atap Dua Kematian: Puisi Hafizha Nabilah Zhafarina

17

Di balik pintu kayu jadi benteng
Dunia susut seukuran empat sudut kamar
Udara dulu gratis melimpah
Rebut dengan dada sesak
Paru-paru pinjaman mulai ditarik

​Jantung memberontak, mencakar dinding napas
Udara angkuh tak berbalas
Bau tanah diculik paksa sunyi
Lidahku asing, mengecap rasa mati

​Indra tamu pulang sewaktu-waktu
Lara paling fana
Dengar tangis kecil balik dinding
Payudara penuh namun tak bisa susui
Satu atap pisah jurang tak kasat mata
Kedekatan fisik ilusi rapuh
Simulasi mati sebelum waktu tiba

Tulisan Terkait

Lembride : Cerpen Panji Pratama

​Cinta terkadang lepas pegangan
Raga hanya singgah ringkih
Hanya tatap saling menetap raga senyap
Lepas jubah dunia pulang telanjang nurani

Bekasi, 26 Januari 2026

Hafizha Nabilah Zhafarina. Lahir di Kota Pahlawan tiga dekade silam. Baginya, menulis adalah ruang abadi untuk mengarsipkan isi kepala dan caranya untuk menolak lupa. Setelah sempat terjeda, Hafizha mulai kembali menekuni dunianya di akhir 2025, yang ditandai dengan terbitnya buku antologi puisi bersama.Kini, ia sedang mempertajam gaya menulis dan imajinasinya di Asqa Imagination School (AIS). Temukan cerita dan tulisannya di IG: @hafizhanabilahzhafarina

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan