

Kereta malam dari stasiun Krung Thep Aphiwat, Bangkok, tiba di Nongkhai. Kondektur membangunkan kami. Saya, Jordy, dan Natasha tidur di kursi atas terbangun. Semua sudah berkemas.
Kami tidak sempat explore Nong Khai, tapi langsung naik tuk tuk ke perbatasan. Seorang 50 Baht. Karena barang banyak dihitungnya 4 orang, jadi 200 Baht.

Sekitar 10 menit, tuk tuk sampai di perbatasan. Check paspor. Tidak susah. Untuk orang asing ada antrian sendiri. Setelah dicap imigrasi Thailand langsung keluar dari Thailand dan memasuki zona internasional. Sudah ada bus menunggu.
Beberapa backpackers sudah naik ke bus. Juga pelintas batas dari kedua negara. Kami memilih bus berikutnya karena penuh.

Busnya, hehehe, seperti bus Mayasari Bhakti di jalanan Jakarta. Bayar 35 Baht. Perjalanan menuju check point Laos sekitar 10 menit, melintasi jembatan perdamaian.
Kami mengisi kartu imigrasi. Tidak sulit. Saya biarkan jordy-Natasha yang mengisi. Setelah beres langsung antri, tidak begitu panjang. Bayar 20 Bath tanpa visa.

Setelah memasuki kawasan Laos, Alhamdulillah, Kang Derry Eko Putra sudah menunggu.
“Kita sarapan di rumah, ya,” ajak Kang Derry.
Pucuk dicinta ulam tiba. Kemarin di Bangkok, sarapannya dijamu Enra – diaspora asal Banjarnegara. Sekarang Kang Derry – diaspora dari Garut.

Ketika sampai di rumah Kang Derry, air liur langsung muncul. Bakwan, puding, sope iga, salad, kurupuk, teh Vietnam…. Aduuuh, kalap. Nuhun, Kang Derry. Masakan istri Kang Derry, maknyuuuuusss.
Gol A Gong
Literacy Journey 12 Negara
Traveler, Author