Sudah Sewajarnya Blok Rokan di kelola LAMR

TIRASTIMES – PEKANBARU | Tokoh Masyarakat Sunda / Dewan Penasehat MISURI ( Mitra Sunda Riau), Drs. H. Ian Machyar MM menyampaikan sudah sewajarnya Blok Rokan di kelola oleh LAMR, dengan beberapa catatan menjelang keberangkatan Panitia Kerja (Panja) Migas Komisi VII DPR-RI, 9 Februari 2021 ke Gedung Nusantara Jakarta.

“Yang harus di perhatikan menyangkut pengelolaan Blok Rokan, adalah semuanya terkait dengan proyek pembangunan jaringan pipa (pipanisasi) minyak Blok Rokan, pengelolaan limbah terkontaminasi limbah bahan berbahaya dan beracun (B3)”. ujar Ian Machyar

Menurut pendapat Ian Machyar yang selalu mengamati Perkembangan kemajuan pembangunan dan ekonomi di Provinsi Riau yg dikenal dengan bawah minyak atas minyak “Sumber Daya Manusia yang terampil dan bersertifikasi juga dibutuhkan pada pengelolaan tersebut” Katanya.

“Melalui Panja Migas Komisi VII DPR-RI, saya harap semua inspirasi dan masukan-masukan dari Pengurus LAMR dan masyarakat di daerah Blok Rokan yang meliputi 3 Kecamatan yaitu Kecamatan Tapung, Kecamatan Tapung Hulu dan Kecamatan Tapung Hilir bisa di sampaikan dengan baik pada pembahasan Rapat dengar Pendapat di Jakarta” ungkap Ian Machyar, sudah 37 tahun hijrah dari Jawa barat dan beranak cucu di Provinsi Riau.

Apa itu inspirasi yang harus disampaikan, di kutip dari rri dan cakaplah :

  1. Keikut sertaan LAMR bersama PT. Pertamina mengelola blok Rokan, sebab 80 persen wilayah kerja blok Rokan berada di tanah adat.
  2. Kesiapan LAMR melalui BUMA (Badan Usama Milik Adat) yang didirikan dalam mengandeng perusahaan lokal dan multinasional dalam pengelolaan Blok Rokan
  3. LAMR dalam upaya ikut serta dalam pengelolaan Blok Rokan bersama PT Pertamina sudah membentuk dua badan usaha milik adat (BUMA) yaitu PT. Negeri Melayu Bermarwah dan PT. Negeri Melayu Bertuah
  4. Memberikan kesempatan kepada BUMD Migas Kampar PT Bumi Kampar Sarana Energi dan pengusaha tempatan di wilayah sungai Tapung, untuk diberikan prioritas dan previlage agar dapat menjadi mitra dalam kegiatan operasi Blok Rokan di Wilayah Sungai Tapung
  5. Mempekerjakan sumber daya manusia tempatan di ring 1 baik di Pertamina Hulu Rokan atau bisnis partner yang operationalnya di wilayah Sungai Tapung, dan proses rekrutmennya berjalan transparan.
  6. Pelaksanaan CSR yang memprioritaskan kebutuhan masyarakat ring 1 penghasil migas baik untuk program pendidikan, kesehatan, UMKM, training bagi pemuda serta bentuk people development lainnya.
  7. Akan mendirikan sekolah vocation yang berbasiskan Migas dan dapat ke depan dikembangkan menjadi pusat training Migas Pertamina secara Nasional,” ujarnya.
  8. Menerapkan program lokal bisnis development atau pengembangan entrepreneur / koperasi / pengusaha tempatan dengan melakukan pelelangan terbatas proyek dengan dibatasi per kecamatan yang selama ini juga sudah diterapkan oleh operator sebelumnya.

Wilayah Kerja (WK) migas di Rokan akan dikelola oleh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Pertamina Hulu Rokan pada Agustus 2021. Saat ini proses transisi alih kelola blok tersebut dari Chevron Pacific Indonesia (CPI) sedang berlangsung.

Blok Rokan dinilai masih memiliki potensi cadangan yang besar. Rokan juga disebut untuk mendorong capaian target 1 juta BOPD (barel minyak per hari) dan gas 12 BSCFD (milyar kaki kubik per hari) di tahun 2030.(hs)

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan