FPK Riau- Disbud Riau Bahas Kerjasama Bidang Kebudayaan

PEKANBARU-TIRASTIMES: FPK Riau dan Dinas Kebudayaan (Disbud) Riau membahas peluang kerjasama di bidang kebudayaan. Di antaranya kegiatan Dialog Kebudayaan, pemanfaatan fasilitas Taman Budaya untuk atraksi kesenian berbagai paguyuban yang tergabung dalam FPK Riau dan Pameran Pembauran di Museum Riau.

Pembahasan kedua pihak berlangsung saat Ketua FPK Riau, A.Z. Fachry Yasin bersama sejumlah pengurus melakukan audiensi dengan Kadis Kebudayaan, Yoserizal Zen selaku Dewan Pembina FPK dan staf di kantornya, Rabu (22/7). Pengurus FPK yang hadir tiga wakil ketua yakni Tumpal Hutabarat, Fakhrunnas MA Jabbar dan Santoso serra Sekretaris Jailani dan Bedahara Sadrianto.

Ketua FPK Riau, A.Z. Fachry Yasin menyampaikan materi 8 Program Kerja FPK dimana salah satu diantaranya terkait pengembangan kebudayaan  Melayu. Selain itu, diusulkan agar bangunan bersejarah  vihara dan  kelenteng diajukan sebagai Warisan Budaya.

Fachry juga menyebutkan ada 51 paguyuban etnik debgan keragaman   budaya yang tergabung dalam  FPK. FPK terbentuk berdasarkan Permendagri No. 34 tahun 2006 dan  SK Gubernur Riau.

Kadis Kebudayaan Riau, Yoserizal Zen menyambut baik tawaran kerjasama FPK tersebut. Namun, kondisi fasilitas kesenian yang ada masih ada keterbatasan. 

Disbud Riau, kata Yoserizal terus memperjuangkan berbagai obyek
cagar budaya untuk diakui secara nasional dan internasional. Tim CBD Riau terus bekerja keras memperjuangkan hal itu. Namun, banyak kendala yang dihadapi di antaranya sampai saat ini baru Kabupaten Siak yang ada Tim CABD. Sedangkan Kabupaten Kampar  dan Kota Pekanbaru dalam proses pengajuan ke Kemendikbud.

”TaBudaya silakan  dimanfaatkan oleh FPK dengan fasilitss .panggung, mess dan fasilitas lain. Saya mengajak paguyuban etnik untuk mrnyumbangkan produk budaya dan bersejarah untuk ditampilkan di Museum Sang Nila Utama,” kata Yoserizal.

Dalam dialog muncul berbagai gagasan dan pemikiran yang disampaikan oleh Tumpal Hutabarat, Fakhrunnas MA Jabbar, Santoso dan Jailani.

Usai pertemuan, Kadisbud mengajak rombongan FPK melihat langsung Museum Sang Nila Utama. (ns)

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan