Syair Membaca Jadayat : Malam (Kepada Prof Yusmar Yusuf)

Syair Membaca Jadayat : Malam
(Kepada Prof Yusmar Yusuf)

Dengan Bismillah membaca malam
Seiring lenggok menulis kalam
Kembara sepi meneroka ilham
Tersibak tabir berdecak paham

Belaian siang tersadai batas
Hiruk pikuk hilang berbekas
Setumpuk hasrat kelana pulas
Bergumul sepi bantal beralas

Membaca malam para penikmat
Hening suasana berlayar hikmat
Hilang bicara makian umpat
Mulai terbiasa asal hakikat

Malam hilang terasa gamang
Puncak singasana bagaikan hilang
Perjalanan waktu tiada penghalang
Bermula gelap terbitlah terang

Perjalanan nikmat kiasan makna
Segala alam menempah pesona
Terserlah kelam sebalik lena
Mencecah gairah lintas buana

Lihatlah israk merentas gurun
Ketika malam larut berkurun
Mimpi Quraiys mengurung lamun
Belenggu jahil meretai himpun

Mik’raj bertangga menjemput shalat
Betapa malam sangat memikat
Jauh setan mendekat malaikat
Bertemu Tuhan tanpa tersekat

Hasrat tertinggi melenguh peluh
Mendekap senyum gelinjang tubuh
Menafi sakit lolong mengaduh
Sebab cinta sebulat penuh

Dentang pedang bertemu sarung
Tafsir malam bahtera mengarung
Suguhan kasih gelepar tarung
Lebih sekadar memandang tenung

Malam rebah tunduk ibadah
Sebagian shalat zikir bermadah
Semakin dekat kepada Allah
Ramuan malam selimut gelisah

Arti malam ucapan Melayu
Hening leka menggelap sayu
Kelam sejuk diam mendayu
Pasrah kudus mengilham wahyu

Rindu insan malam teramat
Ikhwal langit lekat mendekat
Derajat tinggi segera terangkat
Kendara malam tebar manfaat

Para pencinta merindukan malam
Bersama kekasih melepas geram
Segala kemaruk dapat diredam
Menjungkir senyum sinar temaram

Penyair memangsa rapal kata
Puncak seni mengurai cerita
Gaul malam tanpa sengketa
Kemudian larut mengikut serta

Malam berlabuh imaji lembut
Mengurai bingkai cinta bersambut
Tenang damai gelora berpaut
Mahakarya lahir hati bertaut
Tersebab malam syaraf mengendur
Desah nafas kembali teratur
Larut mimpi seraya berdengkur
Mendekap angan impian bertabur

Meski malam menyimpan marah
Tetapi mendiam berujung musnah
Rindu sirna gejolak parah
Kejam sungguh habis termamah

Begitulah malam syair hikayat
Laksana pedang tebasan kuat
Pilihan jatuh sangsi akibat
Ikhtiyar akal mencari selamat

Selesai syair malam gemintang
Nyanyian pungguk turut berdendang
Melerai kantuk sangap berulang
Terus berjujai mengabur pandang

Segala syukur mengangkat tangan
Sambil berdo’a kepada Tuhan
Semoga berubah perihal zaman
Zulumat hilang terang berkilauan

Kelapapati, 16 Zulkaidah 1442 H

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan