Tiga Warga Riau Hilang Berlayar Kades Pelantai Berharap ke Ditpolairud Polda Jambi

Pekanbaru – Kades Pelantai, Khairi, Sabtu lalu, (8/11/2021) mengadukan perihal tiga warganya yang hilang berlayar bersama KM Raffa Sahira, ke DitPolairud Polda Jambi. Ketiga warganya tersebut berlayar dari Sei Lokan, Provinsi Jambi, menuju Sei Guntung, Kabupaten Inhil, Riau, sejak 5 Desember 2020 lalu, hingga saat ini tidak tidak ditemukan. Ia berharap Polisi Polda Jambi bisa temukan tiga hilang belayar.

Kades Pelantai, Khairi, didampingi Penasehat Hukumnya, Afrizal Rahman SH MH, Senin 8 November 2021, mengatakan, pengaduan ini telah ditindak lanjuti Ditpolairud Polda Jambi, dengan memanggil Nakhoda Kapal KM Raffa Sahira, M Akil alias Likek untuk dilakukan klarifikasi, Senin 8 November 2021. M Akil alias Likek sebelumnya berlayar bersama tiga ABK yang merupakan warga Desa Pelantai, Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau. Namun M Akil disebut ditemukan di tengah laut Pulau Lang Tiga, sementara tiga ABK beserta KM Raffa Sahira, hingga saat ini tidak ditemukan. Tiga ABK yang hilang tersebut yakni Azni, Sudirman Efendi dan Arifin.

Dalam aduannya ke Ditpolairud Polda Jambi, Kades Khairi, juga mengungkapkan sejumlah kejanggalan atas hilangnya KM Raffa Sahira beserta tiga ABKnya tersebut di antaranya, sesuai berkas KM Raffa Sahira yang disampai Achmad Yani Pos Kesyahbandaran Sei Lokan, melalui staf, diketahui mulai dari permohonan hingga Surat Perserujuan Berlayar diterbitkan ditanggal yang sama, yakni 5 Desember 2020. Sementara kapal KM Raffa Sahira berangkat pukul 05.00 WIB. Sehingga diduga SPB terbit tanpa adanya pemeriksaan terhadap kapal terlebih dulu, sesuai yang diamanatkan UU Nomor 17 Tahun 2008 Tentang Pelayaran.

Selain itu, tandatangan M Akil Alias Likek, nakhoda KM Raffa Sahira, pada berkas-berkas yang ditunjukkan melalui staf Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Nipah Panjang, berbeda, serta tidak dilengkapi dengan cap atau stempel KM Raffa Sahira. Dan dalam berkas SPB KM Raffa Sahira tidak dicantum nomor Sertifikat Kecakapan (SKK) Nakhoda an Muhammad Akil Als Likek.

Kejanggalan lainnya, tanggal 7 Desember 2020, Asiong, selaku pemilik kelapa yang diangkuta oleh KM Raffa Sahira melalui whatsaap kepada Khairi mengatakan menemukan nakhoda kapal M Akil alias Likek menggunakan pengapung di tengah laut Pulau Lang, Kepri, serta mengirimkan video penyelamatan, namun tidak terlihat wajah orang yang diselamatkan. Disebutkan orang tersebut sudah terapung selama dua hari dua malam.

Asiong juga mengirimkan poto Likek yang baru diselamatkan dalam keadaan merokok dan tidak terlihat tanda-tanda orang yang kecelakaan dan mengapung dua hari di tengah laut. Saat dikabarkan menemukan nakhoda kapal, Kades Khairi sempat menyarankan agar Asiong melapor ke polisi. Namun Asionh belum mau dengan alasan menunggu keterangan dari nakhoda (Likek) dulu.

Tanggal 10 Desember 2020 sekira pukul 19.39 WIB, Khairi bertemu Likek langsung di mess Asiong di Sei Lokan yang didampingi anggota Polsek Sei Lokan, Kecamatan Sadu, kondisi likek dalam keadaan sehat. Tanggal 11 Desember 2020 sekira pukul 10.24 WIB, Asiong melalui chat WA mengirim seolah-olah ada laporan kronologis laka air/kapal tenggelam kepada Ditpol Airud Polda Jambi. Namun setelah dikonfirmasi, ternyata Ditpolairud Polda Jambi tidak pernah menerima laporan tenggelam dan hilangnya KM Raffa Sahira tersebut.

Selain itu, Judul isi laporan singkat yang dikirim Asiong kepada Khairi ditujukan ke Ditpolairud Polda Jambi. Padahal isinya laporan kronologis di wilayah hukum Kepri.
Dalam isinya disebutkan Kapal bergerak dari Sei Lokan tujuan Sei Guntung, tapi locus TKP di perairan Pulau Lang Tiga, Kepri, yang bukan jalur pelayaran dari Sei Lokan menuju Sei Guntung.

Selain itu, banyak kejanggalan lainnya yang telah kita sampaikan kepada penyidik Ditpolairud Polda Jambi. Bukti-bukti pendukung juga kita sampaikan. Kami berharap Ditpolairud Polda Jambi dapat mengusut tuntas hilangnya KM Raffa Sahira dan tiga ABK yang merupakan warga desa saya. Kepada masyarakat dan instansi terkait lainnya, seperti Kapolri, Korairud, Baharkam, kami mohon dukungan dan doanya agar ini segera terungkap,” ujar Khairi.

Sementara Kasubdit AKBP Agus Suryono, kepada wartawan, berjanji akan berusaha mengungkap aduan ini dengan melakukan klarifikasi terlebih dahulu dengan pihak-pihak terkait, seperti nakhoda kapal yang selamat dan lainnya.(as)

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan