Kiprah Perempuan di Ekonomi Digital, Bangkit Bersama di 2023 | Opini : Nafi’ah al-Ma’rab

63

Kiprah Perempuan di Ekonomi Digital, Bangkit Bersama di 2023

Masa pandemi adalah momentum bagi kalangan perempuan untuk membuktikan kiprah dan kontribusi mereka di bidang ekonomi berbasis digital.

Data menggembirakan yang dirilis Lembaga Penyelidikan Ekonomi Masyarakat (LPEM) Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia menyebutkan sebanyak 18,6 persen pelaku UMKM baru yang muncul berasal dari kalangan perempuan. Usaha tersebut berbasis layanan e-commerce.

Perempuan Sebagai Pahlawan Ekonomi Digital

Literasi digital yang terus berkembang memberi ruang bagi perempuan Indonesia untuk terus berkiprah, salah satunya di bidang ekonomi.

Data tentang indeks literasi digital yang dirilis Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bekerjasama dengan Katadata Insight Center (KIC) menunjukkan angka yang bervariasi.

Di tahun 2021, indeks literasi nasional Indonesia hanya di angka 3,49. Walaupun angka ini masih relatif kecil, tetapi telah menjadi spirit bagi perempuan Indonesia terus bergerak mengambil peran dan manfaat.

Perempuan Indonesia bisa dibilang punya peran penting di pengembangan ekonomi digital.

Contoh sederhananya saja saat kita melongok ke beranda sosial media saat ini, berapa banyak teman-teman perempuan yang rutin memposting status berjualan, aktif di live TikTok dan Instagram dengan keuntungan mencengangkan.

Upaya Perempuan Membangun Ekonomi Digital

Berita Lainnya

Perempuan punya cara yang nyata untuk ikut membangun ekonomi di era digital. Apa saja yang bisa seorang perempuan usahakan untuk berkontribusi di bidang ekonomi berbasis digital? Berikut beberapa upaya yang bisa dilakukan:

  1. Menjadi Pelaku Bisnis Aktif

Inilah yang umumnya jadi pilihan banyak perempuan Indonesia. Perempuan dituntut melek digital karena terpaksa harus aktif mengembangkan ekonomi berbasis teknologi.

Sekarang ini para perempuan sudah tidak asing lagi menggunakan aplikasi fintech, e-wallet, berbagai transaksi keuangan non tunai. Bisnis dijalankan dengan teknik digital marketing, baik dengan social media marketing maupun yang mencoba dengan teknik SEO.

Manfaat ganda yang didapatkan dari langkah perempuan ini bukan hanya membangun kemandirian ekonomi di kalangan perempuan, tetapi sekaligus meningkatkan kemampuan literasi digital yang bersangkutan.

  1. Membangun Komunitas

Selain menjadi pelaku bisnis aktif di ranah digital, para perempuan pun bisa berkontribusi dengan mengembangkan komunitas pebisnis digital, komunitas literasi digital, komunitas pelaku ekonomi digital.

Komunitas ini bisa berkembang menjadi sebuah ekosistem yang juga bisa membantu ekonomi anggotanya. Memberikan edukasi tentang perangkat-perangkat digital, bisnis berbasis digital marketing, dan peluang-peluang ekonomi digital.

Bangkit bersama membangun ekonomi di era digital bisa jadi resolusi terbaik perempuan di tahun baru. Teknologi adalah ruang penuh manfaat yang harus dioptimalkan, utamanya di bidang ekonomi. Jika kita perempuan, mari bersama mengambil peran. Indonesia bangkit bersama perempuannya yang melek literasi digital.

(Penulis: Nafi’ah al-Ma’rab, nama pena dari Sugiarti. Founder Ayse Brand, penggiat literasi dan bekerja sebagai penulis konten).

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan