Puisi-Puisi Shafwan Hadi Umry

137
Shafwan Hadi Umry

Kepada Chairil Anwar
(Hari Puisi Nasional, 28 April 2025)

Tak ada lagi pelabuhan kecil
yang kau sampaikan
kepada angin, ombak laut
dan burung senja
yang terus menyanyi, terus menyanyi
di derai cemara

tak ada lagi perahu yang merapuh
pada pantai yang remuk runtuh
pada jejak kita seperti belangkas
disapu ombak tiada bekas

Mari menari dara asmara!
Sahut Amir si musafir lata :
“barangkali mati di pantai hati
gelombang kenang membanting diri”

Engkau pun tegak termangu depan pintu
menghardikku: Jangan tantang lagi aku
Nanti darahku jadi beku ”

Medan, 28 April 2025

 

Ajal Pada Sebuah Kota

Apa yang tersisa pada kota ini
selain rumput dan pohon-pohon mahoni
gedung pencakar langit
saling berlomba meninggalkan bumi
sejak manusia menyingkir dari gua
sekian lama tidur dan terjaga
untuk bertanya siapakah di luar sana
tak ada jawaban
selain langit dan cakrawala
selain angan-angan
dan cepat lupa
dengan pikiran yang majal
maka kuasah juga pisau usia
untuk menetak ajal
yang tak juga kuasa
selain doa untuk-Nya

Kuala Lumpur, 20 April 2025

 

Senja di KL

seperti air mengalir di sungai
lalu lalang kusut masai
mobil lintas tak pernah usai
di udara sejuk
lagu Judika
menawarkan sepotong coklat
dan asam lambung yang kumat
melumat dan meredakan taklimat
untuk sejenak rehat
bagi para pelawat

K.L. 17 April 2025

 

Para Pialang

Para pialang menawarkan
menu perjalanan
bagi pelawat yang singgah
dalam perjalanan singkat
untuk tuan Carvalo
yang mengisap cerutu
membakar udara bisu
maka pada pantai yang kehilangan ombak
tidurlah puan di atas bumi yang tak tidur
seperti kata Amir Hamzah “barangkali mati di pantai hati
gelombang kenang membanting diri”

K.L, 17/4/25

Shafwan Hadi Umry lahir 27 Januari 1951 di Kabupaten Serdang Bedagai Sumatra Utara. Setelah menamatkan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia S-1 di IKIP Negeri Medan (1983), beliau bertugas selaku guru SMP Negeri (1976-1981) Kemudian pindah selaku guru SMA Negeri 1 Medan (1982-1993). Pada tahun (1993-2000) bertugas
selaku Kabid Kesenian Kanwil Depdikbud Sumatra Utara. Kepala Balai Bahasa Medan (2001-2006). Setelah menamatkan Sekolah Pascasarjana Prodi Linguistik FIB USU (S-2 tahun 2008) lalu melanjutkan pendidikan di Sekolah Pascasarjana S-3 USU ( 2014). Kini dosen UISU Medan,

 

 

 

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan