Gulungan Remah Sarapan Tuhan: Puisi Yehezkiel

39

Guratan abadi, dalam kelam gua Qumran.
Akar dunia, lorong waktu, penghubung cinta,
titah bijaksana oleh Sang Khalik Pencipta dunia.

Gulungan tua, saksi bisu dari lubuk kebenaran.
Kini lirih bersajak ilmu, setiap lantunannya semerbak bijaksana.
Bagaikan angin timur, hantarkan guna hingga pelosok jagat fana.

Tulisan Terkait

Puisi-Puisi Qinoy

Gulungan penuh makna, laksana remah sarapan Tuhan,
dipungut nikmat oleh dunia sebagai wujud syukur,
sebagai bukti keberadaan.

Aceh, 20 Oktober 2025.

Yehezkiel Pernando Sihombing, kelahiran Cikampak, 29 Agustus 2003.Saat ini tinggal dan bekerja di Babussalam Lembah Alas, Aceh Tenggara. Pernah beberapa kali mendapatkan gelar juara saat kompetisi puisi antar sekolah tingkat kecamatan saat menjadi pelajar di SD swasta Grahadura Leidong Prima Kabupaten Labuhan Batu Utara Provinsi Sumatera Utara. Bergabung di kelas Asqa Imagination School (AIS) #61 mulai bulan Agustus 2025.
IG: @yehezkiels1h0mb1n9

 

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan