Riuh senja yang purna
Melukis kisah lirih teramat
Suara-suara kehilangan nada
Bergumpal emosi melesatkan logika
Seorang lelaki berbalut cahaya
Terpilih menjadi syuhada
Remuk badan dilindas rantis barakuda
Tanpa tahu waktu telah memilihnya
Mengoyak remah-remah impian
Menghadiahkan rumah cinta untuk ayah bunda
Tangisan tak bernotasi terdengar lirih
Menasbihkan butir air mata
Rumah di surga menantimu
Pada dada yang bergemuruh
Aku merapal zikir dan menyebut namamu
Affan…
Pekanbaru, 30/8/2025