Tujuan Pendidikan itu untuk mempertajam kecerdasan,
memperkuat kemauan, serta memperhalus perasaan
(Tan Malaka)
Berbicara soal pendidikan memang tidak ada jenuhnya akan selalu ada pengetahuan-pengatahuan baru yang terus muncul seiring perkembangan ilmu pengetahun, teknologi informasi dan komunikasi, contoh: kegiatan jurnalistik sebagai gerakan literasi sekolah. Apa itu jurnalistik? Secara sederhana pengertian dari jurnalistik adalah kegiatan mengumpulkan informasi tentang peristiwa nyata dan aktual dengan media dalam bentuk tulisan, suara, gambar, maupun video untuk disiarkan kepada khalayak (Ridho,dll.(2021). Berdasarkan pengertian tersebut dengan dipilihnya kegiatan jurnalistik sebagai kegiatan praktis di sekolah merupakan salah satu perwujudan untuk mengasah kemampuan literasi anak. Di tengah gempuran berbagai jenis informasi, peserta didik tentu harus memiliki kemampuan dalam memahami, menentukan, mengolah, dan menafsirkan informasi dengan keterampilan serta potensi yang dimiliki. Oleh karena itu, pendidikan harus mampu memfasilitasi dan memenuhi kebutuhan yang seimbang agar generasi ini selamat dari lajunya arus perkembangan zaman.
Literasi
Seiring perkembangan zaman, Pengertian literasi pun mengalami perkembangan yang tidak lagi sekedar membaca dan menulis. Menurut Ginting (2020) literasi berarti melek teknologi, politik, data, berpikir kritis, dan kepekaan terhadap lingkungan yang seluruhnya tidak terlepas dari keterampilan berbahasa, yaitu membaca, menulis, menyimak, berbicara, memirsa (menonton), dan menyajikan. Apabila kemampuan tersebut tidak terpenuhi dengan sendirinya peserta didik akan kesulitan dalam mengakses, memahami, menggunakan, dan mengomunikasikan informasi secara tepat serta bertanggung jawab. Kegiatan jurnalistik dapat menjadi solusi alternatif dalam penguatan literasi peserta didik. Dalam kegiatan tersebut peserta didik belajar untuk mengumpulkan, mengolah, dan menyebarkan informasi kepada khalayak. Tentunya kegiatan tersebut hanya dapat dilakukan apabila seorang jurnalis (profesi) memiliki kemampuan literasi yang baik. Dalam membuat suatu informasi berita, seorang jurnalis harus mampu menentukan fakta dan opini berita, mengetahui isu-isu global, nasional, serta lokal, informasi yang memiliki dampak yang luas kepada masyarakat, mengetahui kebutuhan masyarakat, serta objektif.
Jurnalistik
Kegiatan jurnalistik dan profesinya adalah jurnalis hingga saat ini menjadi profesi yang cukup banyak dimininati. Contoh tokoh publik yang banyak menginspirasi kalangan muda dan wanita adalah Najwa Shihab. Siapa yang tidak kenal dengan sosok Najwa Shihab? Pertanyaan yang menohok dan mampu membuat keringat dingin narasumber tentu tidak lepas dari kemampuan literasi Mbak Nana ini. Sebelum melakukan wawacara dengan tanya jawab, Mbak Nana sebutan akrab sudah mencari lebih dulu informasi tentang narasumbernya, beliau juga bahkan terjun langsung ke lapangan untuk melihat secara nyata situasi dan kondisi yang akan menjadi materi pembahasannya nanti. Nah, itulah yang disebut dengan kemampuan literasi dalam kegiatan jurnalistik. Memiliki kemampuan berpikir kritis, kemampuan menangkap dan memahami informasi dengan cepat, tepat, dan akurat, memiliki wawasan dan pengetahuan yang luas, kemampuan menulis, berbicara, dan menyajikan yang baik, memiliki kepekaan dan intuisi tinggi, serta memiliki kreativitas dalam memilih juga merangkai kata.
Melalui gadget, tanpa sengaja kita juga pernah lho melakukan pekerjaan jurnalistik. Kita pernah merekam sebuah persitiwa dengan kamera, lalu mengirimkannya ke whatsapp, instagram, dan aplikasi-aplikasi online lainnya, sehingga orang lain mengetahui peristiwa tersebut. Selain itu, aplikasi online saat ini juga menyediakan fitur siaran langsung agar orang lain juga dapat menyaksikan peristiwa yang sedang terjadi meskipun pada waktu itu kita tidak berada di tempat dan waktu yang sama. Secara pelan tapi pasti, kita sudah melakukan pekerjaan seorang jurnalis atau wartawan, lho. Asyik, kan?
Mengenal Peristiwa di Sekitar Kita melalui Kegiatan Jurnalistik
Tentu sudah tidak asing lagi dengan kalimat “Carilah permasalahan apa yang terjadi di sekitar kita!”. Yup, sejak dulu kita terus dilatih untuk mengenal, mencari tau, memahami, menemukan, mencari solusi, atau bahkan menjadi solusi terhadap permasalahan yang terjadi pada peristiwa di sekitar kita. Menjadi bagian dari perubahan, kita diharapkan dapat menghasilkan pemikiran, gagasan, dan ide inovatif untuk mendukung terjadinya perubahan. Melalui gagasan-gagasan kreatif, kita mampu menjembatani antara permasalahan dan tujuan yang ingin dicapai. Menjadi berarti dalam hidup tentu sesuatu yang diciptakan tidak hanya bermanfaat untuk diri sendiri, tetapi juga dapat bermanfaat bagi orang banyak. Itulah yang perlu ditanamkan dan dilatih kepada peserta didik, yakni tentang kebermaknaan hidup dan kehidupan yang dijalani. Melalui kegiatan jurnalistik berbasis literasi, peserta didik dapat menemukan apa yang menjadi tujuan sebuah informasi atau berita tersebut layak untuk diberitakan. Lalu, apakah manfaatnya bagi orang banyak? Seperti kata pepatah oleh Tan Malaka “Tujuan Pendidikan itu untuk mempertajam kecerdasan, memperkuat kemauan, serta memperhalus perasaan”.
Daftar Rujukan
Abdillah, Fahri. (31 Agustus 2022). “Memahami Pengertian Literasi, Tujuan, Jenis, dan Contohnya”. Ruangguru.
Ananda, Refisa dan Muhammad Adek. 2019. “Jurnalistik Online: Penyeimbangan Literasi Baca Tulis dan Digital Siswa”. Prosiding Sembadra Universitas Sriwijaya. Vol. 1 No. 1
Ginting, Eva Susanti. 2020. “Penguatan Literasi di Era Digital”. Prosiding Seminar Nasional PBSI-III Tahun 2020.
Khasanah, Uswatun, dan Herina. 2019. “Membangun Karakter Siswa melalui Literasi Digital dalam Menghadapi Pendidikan Abad 21 (Revolusi Industri 4.0)”. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Program Pascasarjana Universitas PGRI Palembang.
Ridho, Irsyad, Muhammad Rois, dan Dadi Ardiansyah. 2021. Menjadi Jurnalis Milenial. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Hanifah, S.Pd., SMA Negeri 12 Batam
Untuk pemuatan karya sastra (Puisi, Cerpen, Esai Kritik Resensi, Peristiwa Budaya dan tulisan sastra lainnya) silakan dikirim melalui surel: redaksi.tirastimes@gmail.com