

Kita berduka. Pemimpin Hamas yang keempat kembali syahid di tangan Zionis laknatullah. Sebelumnya Syekh Ahmad Yassin, Abdullah Rantisi, Ismail Haniyeh, dan hari ini seorang singa Allah Yahya Sinwar pun menemui syahid yang ia nanti-nantikan.
Mereka adalah pemimpin. Orang-orang yang terdepan dalam berkorban untuk agamanya, tanah airnya, bangsanya, dan izzah ummat Islam di dunia. Mereka menjadi orang-orang yang terdepan pula dalam menerima risiko.
Memimpin adalah berkorban, bukan setakat waktu maupun harta, tetapi hingga nyawa pun menjadi hal yang harus diberikan dalam perjuangan.
Yahya Sinwar diketahui viral dengan videonya sekitar 3 tahun lalu saat usia beliau 59 tahun. Beliau dengan tegas telah mengatakan keinginannya untuk mati secara syahid sebagai pejuang, lebih memilih syahid di tangan Zionis ketimbang mati karena penyebab hal-hal biasa. Maka, hari ini pun ia mendapatkan apa yang ia tunggu-tunggu. Semoga Allah memuliakan beliau bersama para syuhada lainnya.
Saya teringat sebuah kisah seorang Habib, saat diputuskan menjadi Ketua Majlis Syuro sebuah partai politik Islam, ia menangis sejadinya-jadinya di hadapan orang-orang yang memilihnya. Dia katakan kepada orang-orang yang memilihnya, ‘saya titipkan keluarga-keluarga saya kepada Anda, sebab saya akan berjuang. Saya bisa syahid kapan saja.’
Begitulah pemimpin. Kita kita sudah dititipkan amanah sebagai pemimpin, maka konsekuensinya adalah perjuangan dan pengorbanan.
Demikianlah pemimpin-pemimpin yang amanah, yang menjadi barisan terdepan, sebagai contoh orang-orang yang berkorban.
Memimpin bukan untuk memperdalam branding, memimpin bukan menggali lahan harta karun kekayaan, memimpin bukan untuk menjadi pejabat tanpa batasan kuasa.
Memimpin adalah berkorban untuk perjuangan, menjadi teladan dalam semua aspek kebaikan. Beratnya menjadi pemimpin, bahkan dalam level terkecil untuk diri sendiri.
Jika kita memimpin, maka kita orang yang akan dilihat sebagai contoh. Buruk perangai kita, akan buruk pula kinerja orang-orang di bawah kita. Jika kita lemah, orang-orang di bawah kita apalagi?
Maka ketika kita memilih menjadi pemimpin, kitalah yang harus paling siap dalam berkorban. Harta, pikiran, waktu, bahkan hingga jiwa sekalipun.
Ya Allah, jadikan kami orang-orang yang amanah saat memimpin.
De Daikos, 19 Oktober 2024