Syair Melayu Bedelau – M. Rizal Ical

Syair Melayu Bedelau*

Dengan Bismillah kalam berawal
Pembuka bicara permulaan bual
Shalawat salam untaian kekal
Syafa’at Nabi sebagai bekal

Syair mengalun merdu mengalun
Tenang jiwa terbuai ayun
Meski pikir kembara lamun
Irama madah indah tersusun

Bicara Melayu tak pernah habis
Bangsa besar sejarah merintis
Budaya agung setiap majlis
Selalu dijunjung takkan terkikis

Pedoman Melayu bersendi syarak
Sesuai zaman selalu semarak
Syariat agama berdiri tegak
Bahasa santun rancak bertandak

Dalil berbuat bersandar al-Qur’an
Sunah Nabi turut sandaran
Berpijak benar salah melawan
Pantang menjilat cari kesempatan

Kalau bercakap berbalas pantun
Pertanda Melayu bersikap santun
Hidup bermasyarakat selalu rukun
Tersilap salah meminta ampun

Sudah disebut dalam cerita
Berhati lapang berlembut kata
Jujur bicara pantang berdusta
Pandai mengusai silang sengketa

Jangan ragukan ketika bersyair
Serata buana takkan mencibir
Mengolah rasa mengemas pikir
Merdu terdengar irama mengalir

Lelah badan berangsur tenang
Seakan melambai ajak berdendang
Begitulah Melayu bangsa terbilang
Sungguh pandai merangkai bincang

Bersyair cepat memakai gurindam
Semua orang segera paham
Bongkar matan segala terpendam
Supaya hilang sekalian dendam

Perkara irama sedap berentap
Bukan sekadar ucapan cakap
Mengalir deras lihai mengungkap
Bait perbait makna tersingkap

Berpantun kilat bersama karmina
Berbalas kata seribu pesona
Orang melihat takjub terpana
Sabda pujangga serata buana

Supaya bahasan sekejap tuntas
Guna bahasa tabir berkias
Tidak sembarang ujar terlepas
Sakit akibat mengaduh berbekas

Berlenggok zapin teramat lincah
Orang Melayu mengatur langkah
Serasi marwas tarian bertengkah
Suasana majlis sungguh meriah

Merdu langgam syahdu terdengar
Tarikan nada serasi nafas
Hanyut rasa bagai terhempas
Membuat tidur terkapar pulas

Orang Melayu jejaka tampan
Anak dara cantik menawan
Dalam bergaul tahu aturan
Kasar langgar perangai bukan

Kepada orang selalu ramah
Tidak gemar bongkak pongah
Mencari untung tidak serakah
Pantang mundur walau selangkah

Gagah berani perangi jahat
Gerak tangkas gelanggang silat
Lihai mengatur taktik siasat
Sedikit bicara hindari debat

Kepada kawan selalu sopan
Saling percaya segan menyegan
Bukan penjilat cakap di depan
Atau belakang cari kesempatan

Sekali benar tetap dibela
Sehingga batil tidak merajalela
Sebab hanya membawa bala
Hancur negeri dendam menyala

Adat istiadat selalu dijunjung
Budaya Melayu menuai sanjung
Allah sahaja tempat bergantung
Sujud rebah memohon lindung

Menjadi pemimpin pegang amanah
Rakyat makmur negeri bermarwah
Maju bersama menghindar telagah
Sememang Melayu bangsa bertuah

Terhadap pendatang berbilang bangsa
Mesra sambutan sangatlah terasa
Sambut terbuka seindah bahasa
Takkan menunjuk kuat kuasa

Demikian syair suguhan pujuk
Melayu bedelau sempurna tajuk
Setelah membaca jangan merajuk
Majulah Melayu tanpa kecamuk

*Bedelau: Sangat bagus sekali

Kelapapati, 23 Syawal 1442 H

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan