Kategori Pencarian
Budaya
Seniman Telupokan: Puisi Poetra Wibawa
Di tompek dilahekan, inyo tak diogoi
Karya-karyanyo indah, namun tak ditengok…
Karmina: karya Mohd. Nasir
Parang berkarat atas panci
Orang jahat pantas dibenci
Batang talas dimakan kera
Orang…
Kamboja Merah Putih: Puisi Dienullah Rayes
pohon kemboja tak selalu tumbuh
di kebun pusara
yang letaknya di tepi sepi.
batang…
Intik intik (Rintik rintik): Puisi Poetra Wibawa
Hujan tongah malam, sunyi dan sondu
Bintang-bintang tersembunyi, cahayo odup
Tetesan ae…
Pantun Harapan untuk Budaya Melayu: karya Mohd. Nasir
Bujang Melayu berbaju kurung
Berdiri gagah penuh wibawa
Julang adat budaya dijunjung…
Antara Tangis dan Doa: Puisi Hj. Siti Samiati
Aku ...
Aku yang kini terbaring antara tangis dan do'a
Tiada lagi mampu menyapa dengan…
Nasi Goreng di Meja Politik: Catatan Cak AT
Di panggung HUT PDIP ke-52, Megawati Soekarnoputri berbicara tentang nasi goreng —sebuah…
Empat Dasar Putusan MK: Catatan Cak AT
Mari kita mulai dengan sebuah pertanyaan: Apa yang lebih mengejutkan dari hujan di musim…
Lelaki yang Menggenggam Hanjuang: Cerpen Lusi Hanasari
Lelaki senja itu termenung menatap nanar cahaya rembulan. Angin mengibas rambut…
Matahari Mencuci Pikirnya di Telaga Semesta Bulan Turun Mandi di Lubuk Rasanya di Kolam Alam: Puisi…
Aku dan kau dua badan bergandengan tangan
Bayang-bayang kita bersentuhan tenggelam dalam…
Melayani Penerbangan VVIP Bersama Presiden Soeharto ke Vietnam dan Jepang : Oleh Tutin Apriyani
Melayani Penerbangan VVIP Bersama Presiden Soeharto ke Vietnam dan Jepang : Oleh Tutin…
Puakah: Puisi Ade Panglimo Sejagat
Di ujung malam yang sunyi,
Tesiso jojak-jojak puakah,
Kato-kato yang ponah teucap,
Kini…
Gurindam Kasih: karya Mohd. Nasir
Siapa orang berjiwa kasih,
itu pertanda hatinya bersih.
Jiwa bersih banyak manfaat,…
Pohon Pantun: karya Dienullah Rayes
Besar ulat di daun kawa
Anak Taiwan main telponan
Besar kuasa Bupati Sumbawa
Buat jalan…