Kategori Pencarian
Puisi
Partai Emas: Puisi Zainul Dzakwan Arabi
Visi kami
Bangsa-bangsa emas jadi utama
Jadikan sejarah pertama
Kemudian agungkan…
Parti Parsial: Puisi Wahyu Mualli Bone
Bagi bagi rezeki.
Silakan dihirup wewangian merah ini.
Cicipi bangkit empuk kuning ini.…
Rindu: Puisi Bunda Swanti
Apa kabar puisi
Masihkah ada diksidiksi
Tertata apik direrentuhan rindu
Lalu menetap…
Apapun Warnanya, Merah!: Puisi Zainul Dzakwan Arabi
Lukai, baku bunuh
Benda tajam
Barang tumpul
Warna apapun kulitnya
Darahnya meriang…
Kamar Hitam: Puisi Zainul Dzakwan Arabi
Aku pernah tidur di kamarmu
Merasakan tempat tidurmu
Urang-urang tembikar, cuat kulitan…
Ikrar Guru Sepanjang M(asa): Puisi Lisma Tarianbutar
Dirangkai dari angka-angka yang hancur berkeping menjadi sebuah nilai berarti
Dipeluknya…
Melipat Kenangan: Puisi Lisma Tarianbutar
Dalam angan tersimpan sejuta kenangan
Satu-persatu cerita melekat
Sesekali dibuka dan…
Pelajar Pancasila: Puisi Musa Ismail
Bismillah,
Kita adalah anak-anak Indonesia, pelajar bersayap Pancasila
Sepanjang hayat…
Senyum Beda: Wahyu Mualli Bone
Sampai nanti. Akhirnya dijemput juga. Dengan senyum beda menanyakan. Ke rumah pasti bisa.…
Bang: Puisi Wahyu Mualli Bone
Akan semakin sayup berkabar. Kata buku-buku.
Seputar kabar tentang pertemuan pakar…
Matahari Hilir: Puisi Wahyu Mualli Bone
Lelah memeluk lipatan tangan. Kaki yang kerap melangkah terhenti sejenak, Otak lempam…
Kita Memandang Mereka Menentang: Puisi Zainul Dzakwan Arabi
Mataku
Helat
Matamu
Tersemat
Bundarnya mengupas
Kedip-kedip kecil
Tidak ingin…
Jam yang Tepat: Puisi Nur Guntur Darusman
Jam bergerak dengan detiknya
menemaniku menunggu sesuatu
yang kunantikan muncul dalam…
Belimbing Sayur: Puisi Wahyu Mualli Bone
Sedikit asam, tapi bisa memancing picing mata, bergidik kuduk dan angguk balam. Masih…
Literasi Cahaya: Puisi Musa Ismail
Bismillah,
Bacalah!
Bacalah tentang dirimu
Mengembara dalam semesta hati
Tiba pada…