Kategori Pencarian
Puisi
Aroma Anak-anak Yang Tertimbun Debu: Puisi Novi Larasati
Saat mereka pamit ingin pergi bersenang-senang,memakai pakaian terbaik di hari fitriAda!-->…
Kelam: Puisi Fatya Salsabila
Masa depan yang kelam mengintai,Bayang-bayang kegelapan menusuk jiwa,Tak ada sinar yang!-->…
Gegana: Puisi Wahyu Mualli Bone
Lebih sewindu lautan memagari girangSantai selang jarang dan girang sepanjang gegana
!-->!-->!-->…
Ekokritik dalam Karya Sastra
Ragam karya sastra memungkinkan untuk dikaji dengan berbagai sudut pandang keilmuan.!-->…
Melukah: Puisi Aal Rahim Sekha
Paha seekor burung ruak ruak terbukaseekor semut yang lewat terhenti nyeridalam hirup!-->…
Menjemur Awan: Puisi Wahyu Mualli Bone
Terang melenggang kangkung bersama awan.Hari pacuan gairah mengecup acu sesuai aturan!-->…
Kosa Di Kosa: Wahyu Mualli Bone
Beli belimbing di malam Mak Lampir, selesai beli belimbing langsung pulang Polda malam!-->…
Prolog: Puisi Gino Gumara
Perjalanan ini adalah prolog sebuah perjuanganMenerobos akan sebuah tantanganMenjumput!-->…
Tersentak dari Tidur: Puisi Eddy Pranata PNP
Bila tengah malam sungguh sunyi dan engkau tersentak bangun dari tidurkarena mimpi buruk;!-->…
Cinder Ella Serupa Sajak Jingga: Eddy Pranata PNP
Api itu membubung membuat butiran abu yang halusJelaga. Ella dengan hati terluka.!-->…
Ondel – Ondel: Puisi Wina Armada Sukardi
-Jelang ulang tahun Jakarta 2023-
Oh, balada ondel-ondel !Dari pahlawan tenar!-->!-->!-->…
Zaman Rindu Tak berunding: Wahyu Mualli Bone
Kalau rindu sampaikanJangan muncul di dalam mimpiIni hatiBukan togel
Ini!-->!-->!-->…
Matahari Teduh Seperti Tidak Ada Sinar: Puisi Eddy Pranata PNP
Pagi mengapung. Matahari teduh seperti tidak ada sinarTetapi denyut jantung perih. Dada!-->…
Mengagumi Wajahmu: Puisi Firman Wally
Kukagumi wajahmudari instastory yang menyapa dirikudi setiap waktusenyummu begitu!-->…
Jalan Lempang Bercabang-cabang: Puisi Eddy Pranata PNP
Sudah lama jalan ini tak ia lewati. Jalan lurus terjalKini telah lempang, luas dan!-->…