Cermin: Puisi Bunda Swanti

16

Bercermin pada pola yang sama
Terpantul tiap gurat kisah lalu
Meremas hati terpilin perih
Ada cerita yang sengaja dilupakan

Saat cermin serupa ada di depan mata
Luka itu seolah membara kembali
Membakar hangus benda tidak berdosa
Memikul beban kesalahan cermin yang lama

Tulisan Terkait
Berita Lainnya

Pecah?
Bukan!
Utuh mengantongi kesialan serupa orang makan nangka getahnya mengenai kita
Begitu pun
Jangan jadikan cerminmu menanggung sakit, berdebu di sudut ruang

Rokan Hilir, 15 November 2025

 

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan