Cerpen Landry Chadelim

FATHER IS HERO


 Matahari yang terik di sudut jendela menusuk mata dan suara kokok an ayam yang sangat kuat di suatu rumah sederhana yang dimiliki sebuah keluarga, 2 anggota keluarga yang baru kehilangan salah satu anggota keluarganya dan harus bisa saling melengkapi dan mendukung satu sama lain, tiba”… selimut tertendang dan terjatuh,

“Duh… kenapa pagi cepat sekali sih,” ucap Azka

“Bangun nak…sudah pukul 7.00 waktunya siap-siap ke sekolah,” ujar Dedi

“Iya-iya pak… Azka bangun nihh”

“Sarapannya sudah ayah siapin ya nak”

“Iya pak makasih ya…”

 Dedi langsung buru” pergi ke tempat kerjanya menggunakan kendaraan roda dua yang sangat sederhana berasal dari kayu yang di rakit sendiri dengan jarak tempuh yang sangat jauh sekali, jika memakai kendaraan se-sederhana itu Dedi membutuhkan waktu satu setengah jam untuk sampai tempat bekerjanya. karena sudah terlambat, sesampainya di tempat pekerjaan terdengar suara teriakkan yang memanggil namanya di ruangan bos, Dedi langsung buru” menghampiri ruangan bos, sesampainya Dedi di ruangan bos…

“Dedi!!! Kamu kemana aja?,” ujar dengan kesal dan amarah bos.

“Maaf pak tadi saya harus menyiapkan sarapan dan kelengkapan sekolah anak saya pak,” ujar Dedi dengan gugup.

“ Setiap hari itu saja alasan yang kamu buat! Karena ini sudah menjadi surat peringatan yang ketiga dan kamu sangat tidak menghargai waktu…kamu saya pecat!,” ujar bos dengan penu amarah

“Tapi pak saya sudah maksimal mungkin untuk menghargai waktu agar tidak terlambat… pak saya bermohon sekali lagi pak supaya saya bisa tetap bekerja disini pak,” ujar Dedi dengan sangat mohon.

“Tidak! Ini sudah keputusan saya..” ucap bos.

 Setelah Dedi dipecat ternyata jam sudah menunjukkan pukul 11 siang, Dedi segera pergi makan siang di sebuah warung di pinggir jalan dengan keadaan yang sangat murung memikirkan kelanjutan hidup anak nya dan dirinya sendiri. Setelah Dedi siap makan Dedi langsung pergi menjemput anak nya di sekolah dasar.

“Bapak kenapa cepat sekali pulang kerjanya? kan biasanya aku pulang jalan kaki dengan temanku”, tanya Azka.

“Gapapa nak kebetulan tempat kerja bapak lagi mengadakan acara lain jadi bapak bisa cepat pulang”, ucap bohong Dedi

“Oo bagus lah pak kita jadi ada lebih banyak waktu bersama di rumah”., ucap Azka.

“Iya nak…”

 2 Hari setelah kejadian itu, ternyata hari raya idul fitri telah tiba, dan Dedi terpikir,

 “bagaimana kalau aku membangun usaha bengkel di kampung kan dikampung sangat sedikit sekali ada yang membuka bengkel sedangkan kendaraan motor ladang di kampung sangat banyak dan sekolah Azka juga diliburkan selama 2 minggu”.

sesampainya Azka di rumah, Dedi langsung menhampirinya dan berkata:

“Nak kita hari ini pulang ke kampung rumah nenek yuk kebetulan ayah sedang cuti panjang”.

“Yeyyy Pulang kampung…pulang kampung” ucap gembira Azka.

Sesampainya di kampung yang berada di Garut, Jawa Barat, Dedi langsung menceritakan keluh kesah nya dengan ibunya (Yanti), lalu Ibunya mendengarkan dengan seksama terus menghibur Dedi agar tidak terlalu sedih karena memikirkannya, Dedi langsung bertanya kepada ibunya,

“Buk Dedi berencana membangun usaha bengkel sepeda motor di perkarangan lahan ibu.., Boleh bu?, soal Azka, Dedi juga ingin memindahkannya untuk sekolah di sini”, tanya Dedi.

“Boleh nak…ibu sangat setuju, nanti soal cucu ibu biar ibu saja yang mengurus dan merawatnya lagian kamu juga membuka usaha bengkel dekat rumah ibu”, ucap sang ibu sambil tersenyum.

“Baik bu makasih ya bu….”, ucap Dedi sambil tersenyum.

“Oo iya.. soal biaya biar ibu berikan ya soalnya kamu kan tidak mempunyai biaya setelah kamu di pecat”, ujar sang ibu.

“Baik bu Terima kasih banyak ya bu”, ucap Dedi.

 Keesokan hari pukul 5.30 Pagi, Dedi sudah siap siap membangun bengkel nya agar cepat siap dan siang harinya Dedi sudah bisa membuka bengkelnya, anaknya Azka pun sudah mengurus surat pindah sekolah nya ke Garut, pada malam hari mereka makan bersama sama di sebuah ruangan terbuka sambil menatap bintang bintang yang bertaburan dan cahaya rembulan yang menerangi malam hari dengan suasana yang mengharukan sambil tertawa bahagia bisa berkumpul bersama lagi setelah sekian lama…..

Duri, 15 November 2021


Landry Chadelim Lahir di Pekanbaru tanggal 7 Juni 2008. Siswa SMP Cendana Mandau Kelas 8 Hobi bermain badminton, Prestasi mengikuti lomba olimpiade (Matematika) antar sekolah sebagai juara 2.lomba olimpiade sains nasional (Matematika) tingkat kecamatan sebagai juara 4.

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan