

Pekanbaru-Tirastimes: Sejumlah delapan dosen Fakultas Perikanan Universitas Islam Riau melakukan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), berupa penyuluhan dan pelatihan budidaya perikanan di Kampung Mandi Angin, Kecamatan Minas, Kabupaten Siak Provinsi Riau, 6 Oktober lalu.
Kegiatan pengabdian ini dilakukan oleh sejumlah dosen yang diketuai oleh Dr. Ir. H. Rosyadi. M.Si, dengan anggota, Dr. Ir. H. Agusnimar. M.Sc, Ir. T. Iskandar Johan, M.Si, Ir. Ir. Fakhrunnas MA Jabbar, M.I.Kom, Dr. Jarot Setiaji, S.Pi., M.Sc, M. Hasby, S.Pi., M.Si, Hajry Arief Wahyudy, SP, M.MA, Abdul Fatah Rasidi, S. Pi., M. Si. Sementara jumlah peserta pelatihan dari kalangan peyani ikan yang sudah memiliki usaha kolam ikan sebanyak 20 orang.
Kegiatan pelatihan dan penyuluhan ini dihadiri juga oleh Camat Minas Muhammad Darwis, S.Sos, Kepala Pemberdayaan Masyarakat (CSR) PT. Arara Abadi, Ir. Kiswanto, Kepala Balai Pelatihan dan Pengembangan Masyarakat (BPPM), Dedi. SE, Ketua Bepekam Aris Purba, Kasi Trantib Ramli, Penghulu Kampung Mandi Angin, Martinus, SP serta tim dari Pusat Kajian Linkungan Hidup (PKLH).

Ketua Tim PKM,Dr Rosyadi menjelaskan, Kampung Mandi Angin memiliki potensi pengembangan ekonomi bidang perikanan, pengembangan ekonomi usaha kecil dan menengah. Dan untuk bidang perikanan potensinya akan semakin berkembang seiring dengan warga yang telah banyak melakukan budidaya ikan pekarangan rumah, meskipun jenis dan ukuran kolam warga berbeda-beda.
“Pelatihan dan penyuluhan yang kita berikan berupa budidaya ikan. Warga disana memiliki kolam ikan, dengan jenis ikan lele, nila, baung. Ikan lele ini hampir tiap hari ada permintaan, kita liat warung pecel lele banyak dan butuh pasokan ikan lele, dan nila. Ikan baung nilai jualnya tinggi, dan ini baik jika warga Mandi Angin mengembangkan.” ujar Rosyadi.
Diungkapkan Rosyadi, selama ini warga membudidayakan ikan masih pada tahap konvensional/hobi dan belum komersil dan profesional. Mereka belum memahami bagaimana pengaturan pakan yang baik, sirkulasi air, belum mengerti cara buat pakan dan belum terbentuk kelompok petani ikan (poktan).
“Saran kami, warga membentuk Poktan, manfaatnya agar pelatihan/pembinaan dari perguruan tinggi/lembaga/ dinas terkait lebih mudah menyampaikannya. Dan juga dinas terkait atau Poktan untuk mendapatkan bantuan dana/bibit lebih besar kemungkinan untuk dibantu, ” ujar Rosyadi yang sering memberikan pelatihan ini.
Sementara itu Ir Fakhrunas MA Jabbar menyebutkan budidaya ikan ini tidaklah sulit, manfaatnya jelas menguntungkan, bisa membuka peluang kerja bagi keluarga, menambah pendapatan masyarakat/warga. Ikan hasil panen ketika dikonsumsi mampu meningkatkan gizi keluarga.
Tujuan kita dari kegiatan ini memberi informasi pada masyarakat akan pentingnya ikan bagi kebutuhan hidup manusia; Memanfaatkan lahan-lahan pekarangan untuk usaha budidaya ikan dimana rata rata warga memiliki pekarangan luas,pungkasnya.
Sedangkan Ir. T. Iskandar Johan mengatakan selain terlaksananya kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat oleh dosen UIR, penyuluhan ini membantu tugas Pemerintah/perusahaan bagaimana agar ekonomi warganya dapat meningkat.(wd)