Esai dan Kritik : Husnu Abadi Membicarakan Puisi Menolak Korupsi

PENYAIR DAN KORUPSI

ORANG-ORANG HARUS DIBANGUNKAN,

KENYATAAN HARUS DIKABARKAN

Oleh : Husnu Abadi

Pengantar Redaksi. Tulisan Husnu Abadi berikut ini membicarakan masalah puisi, penyair dan penyakit korupsi di negeri ini. Para pakar menyatakan bahwa korupsi adalah penyakit yang luar biasa (Extra ordinary crime). Sosiawan Leak, seorang sastrawan Indonesia, menggerakkan kaum penyair untuk ikut bersuara menentang korupsi, gerakan PMK (Puisi Menolak Korupsi). Kampanye melalui puisi ini pun disambut oleh pimpinan KPK di Jakarta, dengan memukul gong dimulainya kampanye ini. Kota Pekanbaru pun tak lepas dari titik simpul gerakan menentang perbuatan korupsi itu. Beberapaa waktu yang lalu, sebuah seminar tentang puisi-puisi kritik sosial diadakan diadakan di Pekanbaru, dan Husnu Abadi menyampaikan papernya.

Selamat menikmati

(Redaksi Tirastimes: Hendrik Subagio)

 (1)

Judul ini saya kutip dari sebuah puisi berjudul Kesaksian, karya WSRendra.  Dalam kumpulan puisinya berjudul  Potret Pembangunan dalam Puisi, terbitan Lembaga Studi Pembangunan, Jakarta Rendra memotret perjalanan pembangunan di bawah rezim orde baru, yang dinilainya penuh kontradiksi, yang miskin semakin miskin dan yang kaya semakin kaya. Ada yang menilai bahwa puisi-puisi Rendra telah berubah menjadi sekedar sebuah pamplet, karena dianggap sudah meninggalkan estetika perpuisian(Rendra: 2001). Tak heran bilamana rezim penguasa saat itu, sangat sensitif bila sajak-sajak Rendra dibacakan dalam ruang publik karena dianggap telah berupaya menggoyang stabilitas politik dan hal ini pada gilirannya dapat masuk kepada penilaian sebagai menghina kekuasaan yang sah. Nasib yang menimpa Rendra juga berlaku bagi penyanyi Iwan Fals yang syair lagu-lagunya selalu dinilai sebagai kritik yang pedas pada rezim penguasa.

Seniman dan budayawan selalu tak lepas dengan zamannya. Banyak diantaranya terdapat yang hanya asyik melukis kata-kata dengan bahasa yang indah dan penuh kiasan, sehingga tak ada yang marah atau merah padam dibuatnya walaupun tetap saja mereka  tersinggung dibuatnya tetapi secara halus, karena halus dan indahnya bahasa yang digunakan. Namun, diantara penyair  ada pula yang ingin lebih maju, sudah saatnya kiasan yang terlalu halus atau metafora yang digunakan, dianggap tak berhasil untuk membuat malu pihak-pihak yang dituju, terutama mereka yang berkuasa. Juga, bagi kalangan pembangkang (opposisi) kurang tertarik untuk membaca puisi yang terlalu halus apalagi untuk membangkitkan semangat kaum demonstran dalam sebuah demonstrasi massal.   Sebagaimana kata-kata mantera yang memukau dari Wiji Thukul, yang  katanya,  kata-kata itu sangat ditakuti oleh rezim penguasa saat itu.

Hanya satu kata: lawan !

Namun bagi Rendra, ketika membicarakan Pamflet Penyair, …..cara pengungkapan saya adalah dengan cara plastisitas dan harmoni, artinya dengan sifat-sifat artistik. ….kalau hanya untuk mencaci maki, cari sensasi, tak pernah ada dalam sajak saya. Yang penting bagi saya sikap kritis, sikap analitis terhadap fakta-fakta…….

 (2)

Salah satu obyek kritik sosial oleh kaum seniman dan budayawan adalah perbuatan korupsi, yang menyebabkan hak-hak publik atas keadilan, kesejahteraan, pendidikan, pangan, kesehatan,   memiliki kekayaan di luar nalar sehat manusia, dan sekaligus ini menjadi alur utama dalam proses pemiskinan rakyat banyak. Tahun 1953, seorang novelis, Pramoedya Ananta Toer, menerbitkan novelnya berjudul Korupsi…..korupsi, dulu aktual menghebohkan, sekarang lebih-lebih actual lagi, Cuma saja sekarang sudah menjadi biasa, tidak terlalu mengejutkan lagi. Pramoedya menggambarkan bagaimana korupsi yang semula menjadi masalah moral individual kemudian bergeser sebagai problema sosial politik, sebagai fenomena sosial yang membudaya, dengan istilah sekarang sudah tersosialisasi, inheren dalam sistem. Bersamaan dengan itu, ludes pula segala cita-cita revolusi, idealism, kepahlawanan yang bersedia berkorban menegakkan kemerdekaan dan melawan ketidakadilan zaman colonial (Rendra: 2001;14)

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan