IPSI Pekanbaru Menggelar Penataran Juri Festival Pencak Silat Tradisional

PEKANBARU – TIRASTIMES : Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) kota Pekanbaru menggelar Penataran Juri Festival Pencak Silat Tradisional dengan tema “Bangkit Silat Negeri, Tak Ingin Punah di Negeri Sendiri ” yang diikuti oleh 10 Perguruan Silat yang berada di Kota Pekanbaru. Kamis (11/03)

10 perguruan silat yang mengikuti Penataran Juri Festival Pencak Silat Tradisional adalah PS Kumango, PS. Buluh tua, PS. Cakak 4 Harimau Putih, PS. PATBANBU, Tapak suci, PS. Ganggang Sapadi, PS. Sibinuang Sakti, PS. Aqwatunnur, PS. Paguyuban Perisai diri 1955, dan PS. Harimau Kubung

“Kegiatan ini dibuka oleh Ketua IPSI Kota Pekanbaru, yang di wakili oleh wakil ketua IPSI Pekanbaru Bpk. Syawal Hamonangan, SE dan didampingi oleh Sekretaris Umum Drs. Martias” ucap Ir. Aidil Syukri sebagai Ketua Pelaksana

“Penataran ini diselenggarakan selama dua hari bertempat di aula Kesbangpol kota pekanbaru”. katanya

Ditambahkan oleh Sekretaris Pelaksana Epiardi Anam, S.Pd “Pemateri Penataran Juri Festival Pencak Silat Tradisional adalah dari PB IPSI yang di wakili oleh bpk. Indra Yuda, S.Pd., M.Pd., Ph. D.

“Bpk Indra yuda juga Instruktur bidang seni budaya PB IPSI, Ketua Bidang Festival dan Pembinaan Silat Tradisi Pengprov Sumbar, juri festival PB IPSI Nasional dan Internasional.” ungkapnya.

“Kegiatan Penataran ini menerapkan protokoler Kesehatan ketat yang di tetapkan oleh Pemerintah agar tidak ada Penyebaran Covid19” tambah Sekretaris Pelaksana.

Sekretaris Umum IPSI Kota pekanbaru Drs. Martias mengatakan, “penataran Juri Festival Pencak Silat Tradisional ini merupakan program kerja IPSI kota Pekanbaru dan perdana di lakukan”.

“Sesuai dengan program PB IPSI bahwa untuk membangkitkan kembali semangat dan kekhasaaan dari berbagai perguruan silat yang ada di Pekanbaru perlu untuk menyamakan persepsi diantara perguruan silat, pelatih, Peserta dalam menilai pagelaran festival pencak silat tradisional nantinya”. katanya

“Festival ini berbeda dengan pertandingan yang ada juaranya. Di sini dalam penilaiannya dilihat dari penampilan atau pertunjukan akan keragaman seni gerak, irama, kostum dan hal lainya” ujar Drs. Martias.

Ir. Aidil Syukri didampingi oleh Epiardi Anam, S.Pd juga menambahkan ” Kedepan kami berharap perguruan silat yang belum bergabung ke IPSI untuk bergabung dan bersama-sama melestarikan budaya yang sudah di akui oleh Unesco sebagai budaya asli indonesia sehingga bisa berprestasi di tingkat nasional dan internasional membawa harum nama daerah kita pekanbaru”

‘Kami sangat senang dan beruntung diberi tempat utk berkreasi, melestarikan silat budaya negeri dan mendapat ilmu pengetahuan langsung dari Nara sumber yang luar biasa’, pungkas Syafrimen, salah seorang peserta Penataran, Tuan Guru PS. Harimau Putih. (hs/ipsi)

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan