Karib Bersembunyi: Puisi Wahyu Mualli Bone

73

Sembunyi.
Yang tampak tumpukan umpama, agar riuh capaian berdendang dengan nada yang berbeda.
Jangan salah menentukan nada, nanti sumbang dengan gawai pengorbanan tanpa dawai pendekatan.
Karena liarnya sama, gawai debu turuti angin yang sebelumnya menuruti ingin air dan api.
Karib Bersembunyi, masih umpama yang akan menampakkan diri setelah pengakuan tanah rampak kelipatan angin air api.
Keinginan air dan api membenturkan udara menjadi angin, merambah tanah hangat sejuknya.
Karib masih sembunyi, diam diam menyuap sulap sulap sulbi Asalib.

Tulisan Terkait

Pekanbaru, 17 Juni 2024

 

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan