LSM Petir Laporkan Gubernur Dan ATR/BPN Ke Kejati Riau Terkait Izit PT.Agro Abdi

Pekanbaru,-LSM Dewan Pimpinan Nasional Pemuda Tri Karya (Petir) melaporkan Gubernur dan Kepala Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Provinsi Riau ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) setempat, Rabu (29/9/2021).

Aduan itu diserahkan langsung Jackson Sihombing, Ketua LSM Petir ke terkait pengurusan HGU di kawasan hutan produksi seluas 4.262 hektar yang dikuasai PT Agro Abadi, yang berisi perkebunan kelapa sawit, yang terbagi menjadi dua bagian.

Pertama berada di Desa Sungai Bunga, Desa Kapau Jaya, dan Pangkalan Serik, Kecamatan Siak Hulu, Kabupetan Kampar, seluas 2.824 hektar yang sebelumnya merupakan kawasan Hutan Tanaman Industri (HTI) milik PT Rimba Seraya Utama.

Namun saat ini HTI PT Rimba Seraya dengan SK KLHK nomor: 599/KPTS-II/1996, sudah dicabut oleh Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), dengan SK Nomor: 457/Menlhk/Setjen/HPl.0/10/2018.

Menindaklanjuti SK itu, Gubernur Riau, Syamsuar, selaku penerima perintah dari KLHK, melaksanakan pencabutan Hak HTI PT Rimba Seraya pada tahun 2019 lalu.

Kemudian kawasan hutan seluas 1.441 hektare di luar kawasan eks HTI PT Rimba Seraya di wilayah Desa Sungai Bunga, Desa Kapau Jaya, dan Pangkalan Serik, Kecamatan Siak Hulu, Kabupetan Kampar.

Pengurusan HGU yang diajukan PT Agro Abadi kepada ATR/BPN Provinsi Riau itu dinilai banyak kejanggalan, dan banyak aturan yang dilanggar.

Dimana sejak 2004 lalu, PT Agro Abadi sudah melakukan kegiatan perkebunan kelapa sawit di kawasan eks HTI PT Rimba Seraya utama, hingga saat ini masih berlangsung.(as)

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan