Menyaksikan Musim Sakura dan Keindahan yang Menakjubkan.

21

Menyaksikan Musim Sakura dan Keindahan yang Menakjubkan.

Oleh: Tutin Apriyani

 

SEPANJANG mata memandang di mana-mana bunga. Begitulah waktu aku pertamakali berkunjung di Jepang, musim semi pun menyapa Jepang. Negeri matahari terbit ini berubah menjadi lautan bunga sakura berwarna merah muda.

Dari ujung utara di Hokkaido hingga selatan di Kyushu, ribuan pohon sakura mekar serempak, menghadirkan panorama menakjubkan yang hanya bisa dinikmati beberapa minggu dalam setahun.

Musim sakura atau “Sakura Season” biasanya dimulai pada akhir Maret hingga pertengahan April, tergantung season (musim) yang biasanya setiap tahun berubah.

Di Tokyo, puncak mekarnya sering terjadi di awal April, sementara di kota lain seperti Sapporo, Hokkaido, bunga baru bermekaran sekitar akhir April hingga awal Mei.

Di sepanjang sungai Meguro di Tokyo, para turis dan warga lokal tumpah ruah, berjalan menyusuri jalur yang dipenuhi pohon sakura di kedua sisi. Lampion merah muda digantung di sepanjang jalan, menambah nuansa romantis saat malam tiba.

Seorang wisatawan yang sudah ke sekian kalinya mengunjungi Jepang, dalam rangka liburan, namun baru pertama kali merasakan pemandangan penuh bunga ini. “Seperti masuk ke dunia lain,” ujarnya.

Musim sakura tak hanya berbicara mengenai keindahan visual, tapi juga soal tradisi yang menandai datangnya musim semi yang disebut “Hanami”. Ketika bunga sakura mulai bermekaran mereka menikmati keindahan bunga sambil berkumpul bersama keluarga ataupun teman dan bersama bercengkrama di bawah pohon sakura.

Tutin di Taman Sakura
Tutin di Taman Sakura
Tulisan Terkait

ADAKAH : Puisi Datin Sariana

Warga membawa tikar, bento, dan menggelar pesta kecil di taman-taman seperti Ueno Park di Tokyo atau Maruyama Park yang berada di Kyoto. Tidak jarang terlihat suasana gembira lengkap dengan tawa, musik, dan anak-anak yang bermain gelembung sabun.

Menurut data dari Japan National Tourism Organization (JNTO), kunjungan wisatawan melonjak tajam setiap musim semi. Pernah kunjungan wisatawan asing lebih dari 3 orang tercatat datang ke Jepang pada bulan April, menjadikan musim sakura sebagai magnet pariwisata yang sangat kuat.

Banyak dari mereka datang dengan harapan menyaksikan fenomena “full bloom”, ketika bunga sakura mekar sepenuhnya, sebelum gugur hanya dalam beberapa hari. Disitulah daya tarik sakura sebelum berguguran.

Untuk melihat keindahan sakura, ada beberapa tempat yang wajib dikunjungi saat musim sakura tiba, di Mount Yoshino sebab banyak pohon sakura yang terletak di lereng bukit, ada di Hirosaki Castle yaitu kombinasi kastil tua dan taman Sakura yang indah. Area kanal yang romantis dengan perahu dayungnya di Chidorigafuchi Tokyo dan gunung Fuji yang berlatar bunga sakura di Yamanashi (Fuji Five Lakes).

Aku menyarankan agar sebelum menentukan keberangkatan, ada lebih baiknya memantau prakiraan mekarnya sakura. Karena waktunya sangat singkat dan juga untukcmemesan penginapan lebih awal.

Biasanya calon wisatawan memesan penginapan sebulan sebelum musim puncak. Jangan lupa bawa pakaian hangat, biarpun musim semi, angin masih cukup dingin terutama di malam hari, bisa berubah dengan suhu yang sangat rendah.

Musim sakura di Jepang bukan hanya keindahan bunga yang cepat berlalu, tapi juga simbol filosofi hidup yaitu….keindahan, kefanaan, dan merayakan momen keindahan dengan kebersamaan. Tidak heran jika banyak wisatawan yang jatuh cinta dan berjanji akan kembali lagi.

Seperti pepatah Jepang bilang, “Hana wa sakura, hito wa bushi” – dari semua bunga, bunga sakura yang indah, dari semua manusia, Samurai yang mulia. Begitulah orang Jepang menyamakan keindahan sakura dan prajurit yang setia serta mulia dengan samurai.

Tapi bagi para wisatawan, sakura adalah alasan untuk jatuh cinta pada Jepang, selain penduduknya yang ramah, santun dan juga makanannya yang lezat, memungkinkan saya untuk kembali lagi dan lagi. *

Hj. Tutin Apriyani, SE adalah pramugari maskapai pemerintah 1980-1993. Pernah melayani rombongan VVIP Presiden Soeharto. Kini menjadi Ketua WPI (Wanita Penulis Indonesia) Riau periode 2025-2030.

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan