


Model Berbasis Proyek dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia
Oleh: Armini,S.pd.I
Kurikulum merdeka adalah kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam. Di
mana konten pembelajaran akan lebih optimal agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk
mendalami konsep dan menguatkan. Pembelajaran dalam kurikulum merdeka berorientasi pada
pengembangan sikap-karakter, ilmu pengetahuan, dan kreativitas peserta didik. Pembelajaran
tentunya harus diubah dari kecenderungan lama (satu arah) agar menjadi lebih interaktif (multi
arah). Melalui model pembelajaran proyek,peserta didik dapat diharapkan menjadi aktif dan bekerja
secara berkelompok.
Rumusan masalahnya adalah bagaimanakah penerapan model berbasis proyek dalam
pembelajaran bahasa Indonesia? Pembelajaran berbasis proyek dilakukan untuk memperdalam
pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dengan cara membuat karya/ proyek yang terkait
model berbasis proyek ini mencakup kegiatan menyelesaikan masalah,pengambilan keputusan,
keterampilan melakukan investigasi, dan keterampilanmembuat karya.Tahap pertama pembelajaran
adalah menyampaikan tujuan pembelajaran,kompetensi yang harus dimiliki oleh peserta didik dan
materi ajar yang harus dikuasai. Selanjutnya, peserta didik membentuk kelompok belajar dan
mengidentifikasi permasalahan yang ada di lingkungan atau masyarakat yang terkait dengan tujuan
pembelajaran/ materi pembelajaran. Kelompok belajar membuat rencana/ rancangan karya untuk
mengatasi permasalahan atau menjawab pertanyaan yang diidentifikasi kemudian mereka
mengerjakan proyek dan berupaya memahami konsep serta prinsip yang terkait dengan materi ajar
secara mendalam. Tahap terakhir pembelajaran berbasis proyek adalah menampilkan atau
memamerkan proyek yang telah dibuat pada khalayak ramai.
Dalam pembelajaran bahasa Indonesia di kelas X terdapat tujuan pembelajaran menulis
laporan hasil observasi dengan runut, sistematis, dan analitis. Untuk mencapai tujuan pembelajaran
ini, guru dapat menerapkan model berbasis proyek dimana pada tahap pertama guru
menyampaikan tujuan pembelajaran, kompetensi yang harus dimiliki oleh peserta didik dan materi
ajar yang harus dikuasai. Selanjutnya peserta didik membentuk kelompok belajar dan
mengidentifikasi permasalahan tentang apa yang akan diamati. Selanjutnya,membuat rencana atau
rancangan karya dengan mencatat ciri-ciri benda/objek yang diamati serta melakukan
pengelompokan terhadap benda berdasarkan kriteria tertentu, mengerjakan proyek menulis laporan
hasil observasi dengan memperhatikan struktur dan ciri kebahasaannya dengan menggunakan
aplikasi Canva, dan terakhir memamerkan /mempresentasikan proyek atau karya yang dihasilkan
berupa teks laporan hasil observasi dengan menggunakan media bantu scrap book atau buku
tempel.Dengan menerapkan model ini maka peserta didik dapat terlibat secara aktif dalam
pembelajaran.