Puisi untuk Ibu: Puisi Dwian98
dari kejauhan tampak pelita
seberkas senyum samar
temaram tak membuatnya padam
ibu sang…
Bara Sumbang: Cerpen Mas Sitti Sya
Rasa itu ternyata tak pernah mati. Mungkin karena ia tidak pernah membunuhnya dengan…
Biarkan Pena Menari: Puisi Daris Kandadestra
Simfoni kenangan kau dendangkan dalam goresan tinta
Seperti pelukis agung menggerakkan…
Friday Reminder!
Here are some reasons why the believers are continuously being optimistic and hopeful…
Hantu Dulu: Puisi Wahyu Mualli Bone
Hantu dulu pakai konsep seram dengan kostum aneh yang cenderung kotor, kusam, berdarah dan…
Dalam Dekapan Mimpi: Puisi Rosidah Irda
/1988/
di bawah terik mentari, pedalku kayuh silih berganti
jalanan berlubang penuh…
Suwung: Puisi Denok Ayu Uni Aisandi
kamar tak senyaman dulu, hanya ada kasur mengadu rindu pada wangi tubuh yang seharian…
Memaknai Haji, Kurban dan Hijrah
Kita berada di bilangan hari-hari terakhir bulan Zulhijjah. Itu juga berarti kita sudah…
Janji//Janin//Pusara: Puisi Yenni Reslaini
/Janji/
segumpal titik
temu dalam rahim menyapa Tuhan
baca bait-bait S&K
tanda cap…
Aku Lahir Dari Sunyi: Puisi A.Rahim Eltara
Aku lahir dari sunyi tersembunyi
Pada sepi yang mabuk
Melewati labirin cinta
Tak ada…
Laksamana Timsah, Silang Sengketa dalam Gelanggang Sejarah: Catatan Rian Kurniawan Harahap
Mendengar Ngah Aroel kembali menerbitkan buku kumpulan cerpen. Sontak langsung meyakinkan…
Gejolak: Puisi M.Iqbal Al-Raziq
Telungkup dahi menapak tanah nan gersang
Ku lihat tengkuk-tengkuk bungkuk yang menganga…
Lautan Teduh: Puisi Denok Ayu Uni Aisandi
Sepertinya, kau simpan laut di dalam dadamu
Kucari-cari tepi, tak juga aku temukan
Batu…
Jazirah yang Basah: Puisi Firman Wally
jazirah semakin basah saja
hujan menangkap jendela mobil
terlihat wajah cantik di sana…
Pattik Hotang: Puisi Yenni Reslaini
kini darah-darah tercecer
dari mulut-mulut bertunas hama
mendidih gejolak segala amarah…