sesaat setelah bening matahari menyentuh air mata
aku telah jatuh hati pada pelangi. sedang bagimu,
semua warna yang tersemat di tubuh kami adalah hitam
teori Snellius akan sia-sia, karena sel kerucutmu bingung.
kesulitan melihat gradasi, kau lempar serapah
satu, dua, tiga bahkan lima benih ditanam,
tak satu pun subur merindangi hari-hari,
takaran pupuk sesat:
* satu gram kesabaran
* dua gram demokrasi
* seribu gram diklaim sebagai “cinta”
ternyata keliru
benih-benih selalu takzim pada siapa yang menanam,
juga tidak akan lupa pada siapa yang membuat sekarat
Bekasi, 22 Juli 2024
Denok Ayu Uni Aisandi. Lahir di Surabaya, 3 Juni 1992. Hobi travelling, bernyanyi dan menonton film. Alumnus Pertanian, Angkatan 47 – Institut Pertanian Bogor (IPB). Mulai masuk ke dunia literasi pada bulan Mei 2024. Karyanya sudah dimuat di beberapa media serta masuk dalam antologi puisi bersama nasional. Bergabung di Asqa Imagination School dan Kelas Puisi Bekasi. IG: @denokaisandi