PARADE PUISI 237 TAHUN PEKANBARU – Puisi Husnu Abadi

PARADE PUISI
237 TAHUN KOTA PEKANBARU,
23 JUNI 1784-2021

Puisi-Puisi Husnu Abadi


KOTAKU

Adalah kotaku
Sebuah mata air yang tak pernah berhenti mengalir
Kepada siapa saja yang kehausan dalam sebuah perjalanan panjang
Yang masih menyisakan keletihan perjalanan masa lalu
Walau hanya dalam warna warni yang tak terlalu benderang

Adalah kotaku
Sebuah mata air yang tak pernah berhenti mengalir
Dalam abad-abad yang berlari mengejar segala hiasan masa kini
Tak pernah berhenti walau hanya dalam bilangan detik
Banyak yang tak sanggup lagi berlari mengikuti lomba ini
Dan terkapar dalam drama pertunjukan yang belum selesai

Adalah kotaku
Sebuah mata air yang tak pernah berhenti mengalir
Melahirkan banyak anak-anak negeri yang menyimpan rindu-rindu
Dimanakah mata air kotaku dapat kureguk hingga aku boleh bersujud
Kapankah mata air kotaku dapat kuminum hingga aku mampu tersenyum
Kapankah mata air kotaku dapat kureguk
Tanpa tetesan air mata kesedihan
Tanpa tetesan air mata kepiluan

Rumahsinggah Pekanbaru
2014-2021

Husnu Abadi

KOTAKU YANG TAMAN

Tubuhmu yang cantik adalah taman
Yang selalu mengundang kumbang
Ada mawar berduri, melati ataupun bunga matahari
Anyelir dan flamboyan

Ada seribu taman
Di berbagai penjuru kota
Yang mengundang penjelajah
Berteduh dan menghentikan langkah
Karena engkau selalu tersenyum
Berkepanjangan
Karena engkau selalu ramah
Pada semua yang melangkah

Tubuhmu yang cantik adalah taman
Yang selalu penuh senyum
Yang selalu berbagi ramah

Senapelan- Pekanbaru
2016

Husnu Abadi

HUTAN KOTA

Hutan kota
Di tengah kota
Banyak pohon langka
Banyak remaja menyusun seribu kata-kata
Mungkin sebuah prosa

Hutan bunga
Di tepi danau
Ada persahabatan
Antara air yang bergelombang
Hutan yang berayun-ayun
Dan kicau burung di senja hari

Hutan tepi sungai
Menjaga keindahan
Antara satu tepi dengan seberangnya
Agar tak saling melempar dendam

Taman Kota- Pekanbaru
2016-2020

Biodata HUSNU ABADI

Ia termasuk  deklarator Hari Puisi Indonesia (26 Juli), yang dideklarasikan di Pekanbaru        (2012).    Penerima Anugerah Sagang, sebagai Seniman Budayawan Sagang (2015), Anugerah Z. Asikin Kusumah Atmaja Program Pascasarjana  UI Jakarta sebagai  Penulis Buku Hukum (2014), Anugerah LDT Dua Terbilang UIR sebagai Sastrawan Budayawan Kampus  (2007)

Buku puisi: Lautan Zikir (UIR Press 2004),  Lautan Kabut ( UIR Press, 1998) dan Lautan Melaka (UIR Press, 2002), Di Bawah Matahari, 1981 dan  Matahari Malam Matahari Siang, 1982 (bersama Fakhrunnas MAJ).  Buku lainnya:  Ketika Riau, Aku Tak Mungkin Melupakanmu (UIR Press, 2004) dan Leksikon Sastra Riau (UIR Press, 2009,  bersama M. Badri)

Pendidikannya ada di Sekolah Rakyat Negeri No. IV di Mataram, Lombok (tamat 1962), SMP Baktiyasa di Singaraja (1965), SMA Muhammadiyah di   Purwokerto (1968), Fakultas Tehnik Sipil di UNUD Denpasar (1969-1972 tidak selesai), FH UIR di  Pekanbaru (1985), Magister Hukum UNPAD (1996), Program Doktor . pada Colgis UUM Malaysia (2013)   Alamat  Jalan Kelapa Gading 20, Tangkerang Labuai,   Pekanbaru.  (: mhdhusnu@law.uir.ac.id  dan +62812 753 7054), dan kini sebagai  Associated Professor pada  Fakultas Hukum UIR.

Untuk pemuatan karya sastra (Puisi, Cerpen, Pentigraf, Esai, Pantun, Kritik, Resensi, Peristiwa Budaya, dan tulisan sastra lainnya) silakan dikirim melalui surel: redaksi.tirastimes@gmail.com

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan