Penguburan Jenazah Covid di Tepi Gangga India Membuat Pilu

JAKARTA – TIRASTIMES : Tak hanya keluarga, para warga di sekitar Sungai Gangga juga mengaku pilu ketika melihat prosesi penguburan pasien Covid-19 yang terlampau sederhana di tepi sungai.
“Sangat menyedihkan melihat orang-orang miskin menguburkan orang kesayangan mereka dengan cara tak terhormat,” ujar seorang pemilik perahu di Sungai Gangga, Sonu Chandel, kepada AFP.

Chandel mengatakan bahwa kondisi kian menyedihkan ketika permukaan air Sungai Gangga naik pada akhir pekan lalu.

Akibatnya, pemakaman terbuka dan sekitar 150 jenazah tersapu air sampai mengambang di Sungai Gangga.

“Selalu ada ketakutan jenazah itu menghantam dayung atau kapal saya ketika permukaan air naik,” ujar Chandel yang juga bekerja sebagai petugas krematorium.

Sementara itu, warga India lain juga menyoroti dampak jenazah-jenazah itu terhadap lingkungan di sekitar Sungai Gangga.

Seorang warga yang tinggal di dekat Sungai Gangga, Allahabad, mengaku khawatir jasad-jasad itu dapat mengontaminasi sungai yang sebelumnya saja sudah dinobatkan sebagai perairan paling terkontaminasi.

“Ini dapat menyebabkan penyakit serius. Pemerintah harus memikirkannya dan hanya mereka yang dapat mengambil tindakan,” ucap Allahabad.

Dikenal dengan sebutan “Ibu Gangga”, sungai ini memang dipercaya umat Hindu di India sebagai pemberi dan pengambil kehidupan.

Sebelum pandemi, banyak warga menaburkan abu dari jenazah anggota keluarga di Sungai Gangga. Keluarga yang tak mampu menggelar kremasi juga biasanya melarung jasad di sungai tersebut.

Meski demikian, jumlah jenazah di Sungai Gangga meningkat pesat seiring dengan gelombang dua pandemi Covid-19 dalam beberapa bulan belakangan.

Pihak berwenang sampai-sampai menerjunkan tim patroli untuk mengangkut jasad-jasad yang mengambang di Sungai Gangga.

“Alirannya sangat deras dan jumlah jenazah hampir sama dengan ikan sekarang,” ucap seorang petugas kepolisian kepada AFP. (ipa/cnn)

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan