Pentigraf : Fira Berubah, Syair Titip Pesan Bersama Angin – M.Rizal Ical

Fira Berubah


Tak biasa fira begitu. Selalunya dia pendiam dan perhatian kepadaku. Setelah dua bulan menikah, aku melihat perubahan pada dirinya. Fira semakin rajin berdandan dan selalu berlama-lama di kamar mandi. Selalu memintaku membelikan sabun dan peralatan kosmetik. Sekali sampai tiga kali mandi dan berdandan cantik. Setiap aku tanya, dia hanya tersenyum. Sepanjang hari, dihabiskan untuk mematut-matut diri di depan cermin sambil bernyanyi.


Makan minumku tidak tersedia. Ketika aku katakan mau makan, dia malah menyuruhku untuk membeli nasi bungkus atau mengajakku makan di luar. Aneh saja menurutku. Dia tak pernah begini sebelumnya. Apakah sekarang baru muncul sifat aslinya? Pada saat ta’aruf seluruh biodata fira sudah ku baca berulang tanpa tertinggal sedikit pun, tapi sekarang mengapa fira benar-benar berubah? Sungguh sulit menemukan jawaban. Pokoknya aku harus ekstra bersabar menghadapi kelakuan Fira.


Suatu pagi ketika aku bersiap untuk berangkat kerja, tiba-tiba Fira pingsan saat menemaniku membeli sarapan. Dalam beberapa hari ini Fira sangat sulit untuk makan. Walaupun aku menyuapkan makanan ke mulutnya tetap saja dimuntahkan kembali sehingga mukanya pucat dan kelihatan kurus. Aku membawa ke klinik yang tak jauh dari tempat kejadian. Setelah dokter mengambil tindakan dan mengukur tensi dan detak jantung. Aku di suruh mengurus administrasi di bagian depan. Saat kembali, Fira sudah sadar dan dokter memberikan ucapan selamat bahwa istriku berbadan dua.

Rumah Cinta, 11 Desember 2020

Syair Titip Pesan Bersama Angin

Subuh beralun menggema buana
Bangkit diri sejuta pesona
Gubahan syair segudang makna
Jelajah pikir dahsyat berkelana

Sesudah sholat do’a munajat
Meminta petunjuk mencari hakikat
Berlindung diri perbuatan jahat
Demi tercapai segala matlamat

Angin berhembus teramat kencang
Langit Bengkalis cerah bedengkang
Tampak awan seakan bergoyang
Menerpa kulit sibak memandang

Semakin siang tiupan kuat
Pohon kelapa meliuk hebat
Musim bertukar begitu dahsyat
Sebagai insan jadikan pengingat

Ketika diri terima kabar
Musibah negeri banyak tersiar
Sedih hinggap korban terdengar
Terasa luka berdarah terkapar

Walaupun jauh beribu batu
Pedih teriris tiada menentu
Uluran tangan jauh membantu
Do’a munajat hati menyatu

Rasa mengiba melihat tangis
Seperti badan koyak berlapis
Musibah datang begitu tragis
Tetapi takdir takkan tertepis

Bersama angin titipan pesan
Sabar menghadapi segala cobaan
Segera selesai ragam ujian
Terukir kulum semanis senyuman

Musibah terkadang menggugur dosa
Begitu dalil menunjuk kuasa
Sungguh sulit ketika terasa
Ambil hikmah bersikap dewasa

Allah hendak menguji hamba
Datang mendekat sujud menjeremba
Tersebab dosa menghitam rimba
Kemaruk dunia penuh pancaroba

Siapkan bekal amal ibadah
Sujud tersungkur tangan tengadah
Kepada Allah diri berserah
Musibah datang hadirkan hikmah

Musibah sebagai pengingat ajal
Pelajaran berharga insan berakal
Dunia bukan negeri kekal
Semua makhluk kembali ke asal

Titip pesan bersama angin
Teruntuk pula kepada pemimpin
Saling membantu hajat teringin
Supaya tenang pergolakan batin

Harapan akan selalu ada
Tetap yakin selalu waspada
Iman di hati menjadi pembeda
Ketika musibah datang melanda

Bersama angin menghapus resah
Segera pergi semua musibah
Penduduk negeri tersenyum ramah
Rezeki datang melimpah ruah

Kelapapati, 19 Jumadil Akhir 1442 H

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan