dahlahtu…
tak usah kita perkeruh lagi air yang keruh ini
sebab ia hanya membuat rasa ini semakin
jauh… jauh… sampai sayup menangkop belah
seteru hanya tabir yang membatas pandang pada
kesombongan bayang hitam yang tak pernah mau
menunjukkan sisi putih. Buanglah seteru itu pada
tali arus tengah laut yang bergelombang
agar dia tidak lagi mengeruhkan atau matikan saja
pelita ini biar kita berbual dalam gelap tanpa
bayang yang sombong itu
sebab aku juga engkau
sebab engkau juge dia
sebab dia juge kita
mari kita rajut perca ini menjadi kain
agar keruh menjadi jernih
hitam menjadi putih
akhirnya, aku hanya dapat sampaikan
biarlah kusimpan luka ini
sebab itu lebih baik daripada meraongkannya
***
Untuk pemuatan karya sastra (Puisi, Cerpen, Esai, Pantun, Kritik, Resensi, Peristiwa Budaya, dan tulisan sastra lainnya) silakan dikirim melalui surel:
redaksi.tirastimes@gmail.com