Puisi Agus Widiey

137

ANATOMI MATA CINTA

Mata

dari mata ke mata

hanya matamu yang larut kubaca

meski ribuan gerimis bertandang

hanya matamu yang jelas kupandang

Cinta

tidak terasa takdir membawaku

pada tubir paling rahasia

yang dikelilingi bunga-bunga

selebihnya mungkin karena aku jatuh cinta.

Pakondang, 2021


HUJAN RINDU

Hujan malam ini adalah bahasa rindu paling sederhana

memasuki setiap jendela yang renta akan masa lalu

tersebab kemarau yang terlalu panjang

membawa debu-debu

pada bersarang

bunga-bunga di matamu

tumbuh kembali seketika

menjadi alamat cinta

dari waktu yang fana

sementara angin begitu saja melintas

ketika hujan mulai deras

sederas rinduku padamu

Berita Lainnya

yang tak kunjung reda

dan malam semakin ketam

tanpa bulan kelindan

kecuali rindu yang sempurna bersemayam.

Pakondang, 2021


INSOMNIA

Larut malam aku membayangkan

kita duduk di sebuah taman

di bawah bulan purnama

hanya sekedar memecahkan sunyi

Malam itu, kepalamu rebah ke pundakku

untuk merapikan kecemasan

yang terbuat dari rindu

tapi kenyataan sudah berlalu

karena malam ini aku hanya sendiri

tidur tertunda oleh suatu bayangan

dan kenangan yang berhamburan.

Pakondang, 2021


MALAM TANPA PUISI

Malam tanpa aroma puisi

sangatlah tak berarti bagi imajinasi

sebab, menyeduh hangat diksi

harus berani menjaga kantuk sampai pagi

katakanlah abadi.

Pakondang, 2021


Agus Widiey, Lahir 17 Mei 2002 di Batuputih Sumenep. Santri aktif pondok pesantren Nurul Muchlishin Pakondang, Rubaru. Puisi-puisinya termaktub dalam antologi bersama dan dimuat dipelbagai media online dan cetak. Sekarang menjadi Redaktur Radar Aliyah (Komunitas Pelajar Peduli Literasi) MA Nurul Muchlishin.

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan