Puisi : Marsinah – Karya Agoes S Alam

Panggil saja aku Marsinah.
Meski harus meregang nyawa diusia muda,
namamu masih ada ditanah Indonesia ini.

Nama yang lekat dengan simbol perlawanan,
keberanian dan perjuangan hak-hak buruh.

Perjalanan panjang perjuangan Marsinah
dalam memperjuangkan buruh
bukan perjuangan mudah.

Dimana otoriter penguasa dengan tangan besi
yang bisa mengatur apa saja yang mereka mau.

Marsinah harus membayar perjuangan itu dengan nyawa.
Jasad yang penuh luka memar bekas pukulan,
tulang punggung hancur dan disela-sela paha
ada bercak darah harus dibayar

Marsinah untuk buruh.
Kini Marsinah tinggal bukti sejarah
dalam catatan kelam perjuangan buruh di Indonesia.

Terima kasih Marsinah,
engkau telah mengajarkan aku arti perjuangan
dan arti kemerdekaan orang-orang kecil di republik ini.

Salam hangatku,
dan kuletakkan sekuntum bunga dimakammu
bukti bahwa perjuangan buruh tidak akan pernah usai
di tanah Indonesia ini.*

17 Mei 2020

Untuk pemuatan karya sastra (Puisi, Cerpen, Pentigraf, Esai, Pantun, Kritik, Resensi, Peristiwa Budaya, dan tulisan sastra lainnya) silakan dikirim melalui surel:
redaksi.tirastimes@gmail.com

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan