Puisi : Sum Kuning, Karya Agoes S.Alam

SUM KUNING
 
YA…SUM KUNING…
Apakah kalian masih ingat…peristiwa itu
SUM KUNING Atau SUMARIJEM
Ya…Sumarijem…
Sumarijem itu…
Seorang gadis desa yang diperkosa oleh 10 orang anak pejabat masa orde baru dulu…
Aku rasa kau tentu sudah lupa atau kau tidak tahu…
 
SUM KUNING beselemak pepak
Pokah diragai nafsu brutal 10 anak pejabat sampai kekini tak terangkat, bungkam redam dalam lembar hitam kesapulelat itu
 
SUM KUNING yang  dilempar dipinggir jalan
Setelah digrayang dan dikangkang
Adalah saksi bisu bahwa hukum pernah terjajah ditanah ini
Bahwa SUM KUNING adalah bukti hukum bisa diatur penguasa…
Yahhh….
SUM itulah nasibmu
Yahhh 
HOE itu jugalah nasibmu
SUM KUNING dan HOEGENG sama-sama tak berdaya melawan tirani kekuasaan 
Tapi…
Tak usah kau beri dia bunga atau bintang penghargaan
Sebab SUM tak perlu bunga
Tak usah kau beri bintang
Sebab HOEGENG tak perlu bintang 
Mereka perlu kau tau
Mereka perlu kau celekkan mata
Mereka perlu kau tak bungkamkan kata
Mereka perlu kau mengingat lupa
Sebab mereka sudah menorehkan goresan batu pada tapak keberanian melawan pada peradapan hukum yang busuk di tanah…ini…
 
Pulai Bungkuk, 28/12/2020
Agoes S. Alam
 
 
Untuk pemuatan karya sastra (Puisi, Cerpen, Esai Kritik Resensi, Peristiwa Budaya dan tulisan sastra lainnya) silakan dikirim melalui surel: redaksi.tirastimes@gmail.com

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan