CIA Memantau Indonesia | Resensi Buku

197

CIA MEMANTAU INDONESIA

Judul               : Operasi Rahasia CIA di Indonesia 2: Sejak Awal Kemerdekaan hingga Kini

Penulis            : Hendri F. Isnaeni

Cetakan           : Pertama, September 2022

Tebal               : x + 206 halaman

ISBN               : 978-623-346-690-5

Penerbit          : Penerbit Buku Kompas, Jakarta

Negara Kesatuan Republik Indonesia yang luas dari Sabang sampai Merauke merupakan negara besar yang dianugerahi Tuhan Maha Kuasa dengan keindahan yang luar biasa termasuk sumber daya alam yang menjadi karunia untuk dapat digunakan seluas-luasnya bagi kepentingan seluruh masyarakat Indonesia.

Dari awal kemerdekaan yang diproklamirkan sejak 17 Agustus 1945 hingga detik ini berlangsung, negeri ini menjadi incaran dan yang paling penting pantauan dari banyak negara melalui lembaga intelijen. Mengapa? Karena Indonesia mempunyai posisi yang secara geopolitik dan politik internasional mempunyai posisi yang begitu strategis.

Amerika Serikat sebagai satu negara dari banyak negara yang mempunyai kepentingan (termasuk kepentingan intelijen) terhadap Indonesia selalu memantau Indonesia dari berbagai pokok persoalan melalui lembaga intelijen yang tersohor itu bernama Central Intelligence Agency (CIA). Intelijen identik dengan kemampuan untuk mengumpulkan dan mengolah informasi.

Pengumpulan dan pengolahan informasi yang didapat dari berbagai arah mata angin digunakan sepenuhnya oleh Amerika Serikat untuk melihat apa yang terjadi di Indonesia dan apa yang akan terjadi di Indonesia sehingga kepentingan Amerika Serikat tidak terganggu. Dengan kata lain, Amerika Serikat tetap mampu membuat kepentingannya tetap bercokol di Indonesia sesuai dengan setiap latar belakang kepentingan Amerika Serikat melalui informasi yang didapatkan oleh CIA.

Berita Lainnya

Hendri F. Isnaeni sebagai penulis produktif dan redaktur historia, menulis buku mengenai operasi CIA di Indonesia. Tulisan yang penuh dengan informasi berharga di lingkungan telik sandi ini merupakan kumpulan tulisan Hendri di historia.id sebagai situs yang sangat berharga di bidang sejarah dan segala seluk beluk yang mengikuti sejarah.

Tulisan ‘Agen CIA masuk istana’ (hlm. 1 s/d 6), mengulas tentang agen perempuan cantik CIA yang berhasil menembus istana untuk memantau istana dan Soekarno. Soekarno justru mendapat informasi mengenai perempuan yang bernama Pat Price itu dari Presiden Pakistan saat itu, Ayub Khan yang berbaik hati memberikan informasi berharga ini kepada Bung Karno, rekannya dari Indonesia, negara rupawan di Asia Tenggara.

Indonesia sebagai negara kaya raya, membuat CIA meneliti Indonesia. Bradley menyebut bahwa Proyek Indonesia menyajikan sejumlah jawaban dan menghasilkan sekumpulan penelitian ilmu sosial dalam bidang ekonomi, antroplogi, ilmu politik, dan kajian komunikasi, yang termasuk di antaranya penelitian tentang Indonesia yang sangat berarti (hlm. 27). Hal yang membuktikan betapa pentingnya Indonesia bagi CIA dan Amerika Serikat untuk diteliti lebih mendalam.

Bung Karno yang di mata CIA dan Amerika Serikat merupakan penghalang terbesar bagi kepentingan Amerika Serikat di Indonesia, selalu memantau setiap gerak-gerik Bung Karno. Menurut Tim Weiner, kepala Divisi CIA untuk Timur Jauh, Al Ulmer, menyampaikan imbauan kepada para perwira CIA untuk memonitor Soekarno selama turnya di Asia, dengan pesawat jet carteran Pan Am (hlm. 36).

Dalam tulisan Hendri berjudul ‘Soekarno Baca Buku CIA’ (hlm. 75 s/d 80), diungkap bahwa Bung Karno sebagai pembaca yang serius dan jenius turut membaca buku-buku yang membahas sepak terjang CIA di berbagai negara termasuk Indonesia. Bahkan, CIA melaporkan bahwa Soekarno memerintahkan agar buku-buku diedarkan kepada para anggota kabinet.

Pada tahun 1958, di Indonesia terjadi pergolakan dalam negeri yaitu Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI). CIA pun turut bermain pada peristiwa ini. Bahkan, para agen CIA pernah memberikan saran agar pasukan PRRI meledakkan kilang minyak Caltex dengan maksud agar ada alasan Armada VII Amerika Serikat masuk ke wilayah Indonesia untuk melindungi kepentingan negaranya (hlm. 89).

Pada tahun yang sama, 1958, juga terjadi pergolakan dalam negeri yaitu Permesta. PRRI / Permesta mendapat dukungan dari Amerika Serikat dan sekutunya, Filipina, Taiwan, dan Korea Selatan, yang khawatir dengan pihak komunis menguat di Indonesia. Dukungan persenjataan dan lainnya disalurkan lewat operasi CIA (hlm. 92). Pergolakan dalam negeri ini turut membuktikan CIA selalu berusaha memainkan perannya sebagai lembaga intelijen Amerika Serikat agar kepentingannya di Indonesia tetap berjalan.

Gerakan 30 September (G30S) 1965 merupakan peristiwa sejarah di Indonesia yang paling banyak menjadi polemik sejarah dari waktu ke waktu terutama pihak manakah yang sebenarnya menjadi dalang utama peristiwa sejarah yang akhirnya membuat Soekarno kehilangan kekuasaan dan kekuatannya, pelan tapi pasti. Banyak teori tentang G30S ini termasuk keterlibatan lembaga intelijen asing. Satu di antaranya yaitu CIA. Keberhasilan CIA menumpas komunis di Indonesia menjadi prototipe di beberapa negara seperti dikupas secara mendalam oleh Hendri dalam artikelnya yang berjudul ‘CIA dan Ketika Jakarta Tiba’ (hlm. 135 s/d 142).

Buku yang disajikan dan ditulis dengan bahasa yang renyah ini juga menyajikan daftar pustaka, baik dari buku maupun dari internet sehingga para pembaca dapat menambah serta memperkaya khazanah mengenai kepentingan Amerika Serikat dan CIA untuk selalu memantau Indonesia dari tahun ke tahun, hari demi hari, dan setiap detik.

Akhirnya, sudah sangat jelas dan sangat terang bahwa CIA selalu memantau Indonesia mengingat segala hal yang ada di dalam negara Indonesia, menjadi hal sangat penting agar Amerika Serikat dapat memainkan perannya di negara Indonesia sesuai dari informasi yang dikumpulkan dan diolah oleh CIA. CIA dari dulu, kini, dan nanti selalu memantau Indonesia, permata kaya raya Asia Tenggara.

Jimmy Frismandana Kudo

Guru PPKN SMA Darma Yudha, Pekanbarufrismandana@yahoo.co.id

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan