sudah sampailah generasi muslim di titik nadir kehidupan yang sangat memprihatinkan.
prilakunya jadi begitu mengerikan, sangat bodoh melebihi hewan peliharaan.
maka daya pikirnya menjadi sangat rendah hingga amarah mudah sekali menggelombang tak ter tahankan.
kemuliaan yang menjadi fitrah kehadiran nya di muka bumi jatuh kedalam genangan comberan kehidupan,
warnanya menjadi semburat hitam kelam menakutkan.
dimanakah generasi terbaik yang dulu pernah mengukir peradaban, suaramu seperti hilang ditelan gebalau kericuhan.
tragedi kemanusiaan ini tidak akan selesai hanya dengan ucapan belasungkawa yang kau tebarkan,
karena nyawa saudara yang hilang tidak sebanding dengan rasa duka yang biasa engkau ucapkan.
akar persoalan yang ada dibalik peristiwa tidak akan sanggup engkau temukan
karena teguran yang terus datang silih berganti engkau abaikan
sebab petunjuk dalam kitab suci telah lama engkau ditinggalkan
Maka air mata duka terus mengalir menjadi samudera
bau amis darah yang kian meruah di udara menggumpal jadi bara
karena penghulu peradaban yang sudah tercemar pemikiran asing
telah mewarnai akal dan pikiran generasi yang semakin gamang
sampai kapan duka ini akan bertahta di atas singgasana jaman
kalau mata dan hati sudah kehilangan arah pandang
dimanakah kesadaran bersembunyi
sudah terlalu lama tidur dalam dekapan kepentingan asing
lihatlah anak-anak jaman terlantar di sudut-sudut gelap peradaban
menanti sang cahaya datang menunjukan keberanian memupus air mata.
Bogor, 2 Oktober 2022