Tahun Depan Program BKKBN Lebih Fokus Sasar Usia Remaja

PEKANBARU,tirastimes – Sesuai instruksi Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RI, Hasto Wardoyo, yang meminta seluruh jajaran melakukan pembaruan dalam program kerja 2020 mendatang. Maka program BKKBN Perwakilan Provinsi Riau akan lebih menyasar anak usia remaja.

Hal itu dikatakan oleh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Riau, Agus P Proklamasi, Jumat (20/12/2019) di Pekanbaru.

“Program BKKBN tahun depan akan lebih menyasar anak muda. Saat ini jadi tugas kita bukan hanya kontrasepsi, tapi juga perencanaan sejak dini. Di sisi lain, kontrasepsi tidak boleh lepas,” katanya.

Sepanjang tahun 2019, Agus P Proklamasi menyatakan banyak program kerja BKKBN yang belum tercapai. Berdasarkan hasil Survei Kinerja dan Akuntabilitas Pemerintah (SKAP) 2019, angka kelahiran total (total fertility rate/TFR) per WUS (15-49 tahun) sebesar 2,9 dari target yang ditetapkan BKKBN pusat sebesar 2,61 per wanita usia subur.

Sementara, persentase pemakaian kontrasepsi modern, tingkat putus pakai kontrasepsi, penggunaan MKJP dan Persentase kebutuhan ber-KB yang tidak terpenuhi (unmet need), walaupun menunjukkan pertumbuhan tetapi belum sesuai harapan.

“Tapi saya optimistis, di tahun-tahun yang akan datang, kita akan maju. Kita berniat mengencangkan ikat pinggang. Insya Allah semua kita siapkan perangkatnya, sesuai pakta integritas kita meningkatkan kinerja 2020,” ungkapnya.

Dirinya juga berharap dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah di Riau untuk menjalankan rancangan program kerja BKKBN di daerah masing-masing untuk mencapai keberhasilan.

Sebelumnya, Gubernur Riau, Syamsuar saat menerima kunjungan kerja Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo, beberapa waktu lalu mengungkapkan pihaknya siap mendukung BKKBN melakukan sosialisasi masif di Riau terkait perencanaan keluarga.

“BKKBN itu betul-betul bisa kita optimalkan dan kita harapkan betul jadi satu institusi yang memimpin pembangunan SDM,” kata Syamsuar.
“Edukasi menjadi yang penting. Revitalisasi BKKBN, sekarang kita tidak hanya membicarakan kontrasepsi saja tetapi juga perencanaan. Maka tidak hanya reproduksi dan beranak saja tapi perencanaan. Saya senang semua pihak mau bekerja sama untuk mewujudkan program KKBPK,” katanya. (US)

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan