Senja (Sekadar Singgah Saja): Puisi Mhd. Ishaan Zaidan Al Farizi

70

Aku mati kutu
Didekap bayangan yang enggan berlalu
Resah membelenggu kalbu
Merayu menjelma rindu
Aku mengaku kalah
Kita hanya sandya dan buana
Saling melihat, tetapi tidak terikat
Saling menatap bukan menetap
Aku pernah bertanya, apa yang menarik dari senja bagimu?
Senja adalah panggung romansa
Mampu mengungkap ribuan rahasia
Mengubahnya menjadi bisikan yang sempurna
Alibiku lihai menulis aksara
Sajak tentang indahnya asmaraloka
Terbuai hanyut dalam pesona fana
Ternyata kau, tak sekadar singgah saja

Terlambat: Puisi Mhd. Ishaan Zaidan Al Farizi

Kutanam asa pada jiwa yang rapuh
Tak ubahnya menjelma lara
Senandika berbisik penuhi kepala
Memilikimu adalah fatamorgana
Jiwa membakar rindu dalam rangkaian kata
Melemparkanku jauh ke dasar sagara
Akankah bahagia menyapa?
Dalam buana penuh enigma
Laksana ombak menabrak karang
Rindu menghantam keras kalbu
Tak mereda dan selalu terjaga
Hanya saja tanpa kata, sapa, dan suara
Ah, terlambat ….
Aku sudah sangat terlambat
Tinta pun mengering dan buku telah usang
Namun, namamu tak pernah padam

Seorang pemudi yang memiliki hobi mengukur panjang jalan dan merangkai aksara. Saat ini penulis tengah aktif di kelas menulis Akademi Thata Sastra Batch 17. Bagi penulis (Ishaan Zaidan), aksara adalah cara unik untuk manusia memandang dunia.

 

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan