Hamba Yang Muttaqiin Selalu Rindu Pada Surga Yang Terbaik: Tausiyah Buya Mas’oed

27

SURGA adalah tempat HARAPAN yang SANGAT TINGGI yang diusahakan untuk didapat oleh kaum mukminin sepanjang zaman.

PERTANYAAN UNTUK PARA WANITA PADA HARI KIAMAT
Qatâdah Rahimahullàh mengatakan bahwa Ka’âb Radhiyallàhu ‘anhu berkata,
أول ما تسأل عنه المرأة يوم القيامة عن صلاتها، وعن حق زوجها.
“Pada hari kiamat nanti, yang pertama kali akan ditanyakan kepada seorang wanita adalah tentang shalatnya dan hak suaminya (kewajiban istri terhadap suami, apakah dijalankan dengan baik atau tidak).”
(Al-Imâm Abdur Razzâq, Al-Mushannaf, 11/304)

NILAI ISLAM PADA HATIMU SESUAI DENGAN NILAI SHALAT PADA HATIMU
Imam Ahmad Bin Hambal Rahimahullah berkata,

إنما حظهم من الإسلام على قدر حظهم من الصلاة ورغبتهم في الإسلام على قدر رغبتهم في الصلاة فاعرف نفسك يا عبد الله واحذر أن تلقى الله عز وجل ولا قدر للإسلام عندك، فإن قدر الإسلام في قلبك كقدر الصلاة في قلبك

“Bagian mereka dalam Islam sesuai dengan kadar bagian mereka dalam shalat. Kecintaan mereka terhadap Islam sesuai dengan kadar cinta mereka terhadap shalat. Koreksi dirimu, wahai hamba Allah! Takutlah engkau jika saat menghadap Allah, ternyata tidak ada nilai Islam pada dirimu. Sebab, nilai Islam pada hatimu sesuai dengan nilai shalat pada hatimu juga.”
(Ash-Shalatu wa Ahkamu Tarikiha, hal. 140)

SURGA adalah yang menjadi penggerak jiwa-jiwa para salafus shalih untuk mencontohkan kepahlawanan yang paling tinggi dengan pengorbanan paling mulia.

SURGA adalah tujuan yang sangat mulia yang selalu dikejar oleh hamba Allah yang penuh kasih sayang.

SURGA adalah HARAPAN yang PALING AGUNG menurut pandangan seorang MUKMIN.

Memasuki SURGA dan hidup di dalamnya adalah sebuah CITA CITA yang MENDORONG UNTUK MENDAPATKANNYA SEPANJANG UMURNYA BERJALAN.
SURGA membuat segenap jiwa yang merindukannya menjadi berkejaran merebutnya di setiap tempat dan zaman.

SURGA menjadikan semua orang yang mengharapkan sampai kesana dengan rela menghadapi segala bahaya dan resiko apapun hanya untuk mendapatkan SURGA yang dijanjikan.

JANGAN MERASA AMAN DARI KESESATAN
Syaikh Shalih Al-Fauzan Hafizhahullah berkata,

لا أحد يزكي نفسه، ولا أحد لا يخاف من الفتنة، ما دام على قيد الحياة اﻹنسان معرض للفتنة، ضلََّّ علماء أحبار، وزلّت أقدامهم، وختم لهم بالسّوء وهم علماء، فالخطر شديد، ولا يأمن اﻹنسان على نفسه أن تنزلق قدمه في الضلال.

“Tidak ada seorang pun yang boleh menganggap dirinya suci. Tidak ada seorang pun yang boleh merasa tidak takut terhadap kesesatan. Selama masih hidup, seseorang menjadi sasaran kesesatan. Telah banyak ulama yang tersesat. Mereka tergelincir dan ditimpa su’ul khatimah, padahal mereka adalah ulama. Jadi, bahaya yang mengintai sangat besar. Seseorang tidak bisa merasa aman bahwa dirinya tidak akan tergelincir dalam kesesatan.”
(I’anatul Mustafid, 1/129)

SURGA membuat seseorang BERSEGERA KEPADA KEBAIKAN dan KEBENARAN, walau jalan ini dipenuhi kesusahan, onak duri, bahkan ditebus dengan kematian.

BISA JADI AJALMU SUDAH DEKAT
Syaikh Bin Bâz Rahimahullàh berkata,

❁ قد يكون الأجل قد قرب ودنا وأنت في غفلة، قد يصبح الإنسان ولا يمسي، ويمسي ولا يصبح، وقد ينام ولا يقوم. فَالعاقل والحازم ه‍و الذي يعد العدة دائماً، ويكون دائماً على حذر وإعدادٍ للآخرة، لعله ينجو

“Bisa jadi ajal itu sudah dekat, sementara engkau masih lalai.
Bisa jadi seseorang masih hidup di waktu pagi, tapi tidak mendapati waktu sore.
Bisa jadi dia masih hidup di waktu sore, namun tidak mendapati waktu pagi.
Bisa jadi seseorang tidur, dan akhirnya tidak bangun lagi.
Maka, orang yang cerdas dan bijaksana adalah orang yang selalu selalu menyiapkan persiapannya, yang selalu waspada dan menyiapkan diri untuk akhiratnya, agar dia selamat”.
(Syarh Riyâdhu Ash-Shâlihîn, 1/245)

MENGUCAPKAN SYAHADATAIN.

Berkata penulis Kitab Sullamut Taufiq Ila Mahabbatillaahi ‘alat Tahqiq (Tanggal pertolongan untuk mencintai Allah dengan sebenar-benarnya):

فَمِمّا يَجِبُ عِلْمُهُ واعْتِقادُهُ مُطْلَقًا، والنُّطْقُ به في الحالِ إنْ كانَ كافِرًا، وإلّا ففي الصَّلاةِ، الشَّهادَتانِ وهُما: “أشْهَدُ أنْ لا إلٰهَ إلّا اللهُ، وأشْهَدُ أنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ”، صلى الله عليه وسلم.

Di antara perkara yang wajib untuk diketahui dan diyakininya adalah dua kalimat syahadat yang wajib ia ucapkan disaat itu juga apabila ia kafir dan dicdalam Shalat apabila ia Muslim. Dua kalimat syahadat itu adalah “Aku bersaksi bahwa tiada tuhan yang berhak untuk disembah dengan sebenar-benar nya kecuali hanya Allah dan bahwasanya nabi Muhammad SAW adalah utusan-Nya.”

TAUHID ADALAH HAK ALLAH ATAS SEORANG HAMBA
Al-‘Allâmah Ibn Bâdîs Rahimahullàh berkata,

التَّوْحِيدُ حَقُّ الله عَلَى العَبِيدِ
ولـقد كان همنا الأول تطـهير عقيدة التـوحيد من أوضار الشـرك القـولي والفـعلي والإعتقادي ، فإن التوحـيد هو أساس السّلوك (أثار بن باديس١٧٠/٥)

“Sungguh perhatian kami yang pertama adalah membersihkan aqidah tauhid dari kotoran-kotoran kesyirikan dalam perkataan, perbuatan, maupun keyakinan, karena sungguh tauhid itu adalah pondasi dari perangai hidup sehari-hari.
(Âtsâr Ibnu Bâdîs, 5/170)

ADA 2 JENIS KALIMAT SYAHADAT YAKNI SYAHADAT TAUHID DAN SYAHADAT RASUL.

Syarat membacanya adalah bersambung dan urut,
yakni diawali dengan Syahadat Tauhid, kemudian dilanjutkan dengan Syahadat Rasul, secara bersambung dan tidak dipisahkan dengan waktu yang lama.

Menurut Syaikh Ahmad Zahid dan juga al-‘Allamah Muhammad Ramli,
syahadat hendaknya dibaca dengan Bahasa Arab dengan menikmati makna yang terkandung di dalamnya.
Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu ia berkata,
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya pergi berperang, hingga mereka mendahului kaum musyrikin di daerah Badar, baru setelah itu kaum musyrikin sampai di Badar.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“ Jangan sekali-kali salah seorang dari kalian maju ke depan, kecuali kalau aku memerintahkannya. ” Kemudian kaum musyrikin semakin mendekat, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda …,
“ Bersegeralah menuju surga yang luasnya seluas langit dan bumi. ”

Maka ‘Umair bin Al-Humam Al-Anshari berkata,
” Wahai Rasulullah, SURGA luasnya seluas langit dan bumi?” …
Beliau menjawab, “Ya.” ‘Umair berkata,
“ alangkah hebatnya. ”Nabi menjawab,
“ Apa yang membuatmu menjadi sangat kagum. ” Dia menjawab,
“ Tidak apa-apa wahai Rasulullah, hanya saja saya berharap agar menjadi penduduknya. ”Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“ Engkau akan termasuk penduduknya. ” …. Maka ‘Umair melemparkan beberapa kurma dari tempat perbekalannya sambil memakannya, kemudian dia berkata,
“ Kalau aku hidup dengan menunggu sampai habisnya kurma-kurma ini, tentu alangkah panjangnya hidupku !!“. ….. ” Maka dia membuang kurma-kurmanya kemudian memerangi mereka, hingga akhir nya dia terbunuh. ”
(HR. Muslim 1901)

TANDA MATINYA HATI
Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah berkata,

يجب أن نعالج أنفسنا إذا رأينا أننا نقرأ القرآن وكأنه حروف تتلى نرجو بركتها وثوابها. فإذا لم تؤثر على القلب باللين والخشوع والرجوع إلى الله عز وجل فإن ذلك دليل على مرض القلب وربما على موت القلب. ( تفسير سورة غافر / ص٤٣٢)

“Kita wajib mengobati jiwa kita, apabila didapati diri kita sedang membaca Al-Qur’an hanya sekedar huruf yang dibaca, dalam keadaan mengharapkan berkah dan balasannya. Apabila hatimu tidak terpengaruh dengan bacaan Al-Qur’an hingga menjadi lunak, khusyuk, dan kembali kepada Allah, sungguh hal itu merupakan tanda bahwa hati tersebut sakit atau bisa jadi telah mati.”
(Tafsîr Surat Ghâfir, 432)

Sikap seperti ini juga terjadi di hari hari-hari setelah beliau …. Abu Musa Al-Asy’ari berkata -ketika dia berhadapan dengan musuh-, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“ Sesungguhnya pintu- pintu surga berada di bawah kilatan pedang. ” Maka ada seorang yang kusut keadaannya bertanya,
“ Wahai Abu Musa! Apakah engkau mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakannya?” Abu Musa menjawab, “Ya.” Maka dia kembali kepada teman-temannya dan mengatakan, ….. “Saya titip salam kepada kalian.” …. “Kemudian dia memecahkan dan membuang sarung pedangnya, lalu berjalan menghunus pedangnya menuju musuh, maka dia menebas mereka dengan itu, hingga akhirnya dia terbunuh.”
( HR. Muslim: 1902, Tirmidzi: 91659, Ahmad IV: 396 dan 411, Al-Hakim II:70 dan Abu Nu’aim II:317.)

Lihat pembahasan yang rinci dan teliti lagi memuaskan yang ditulis oleh Al-ustadz Muhammad Ash-Shabbagh dalam bukunya At-Tashwiir Al-Fanni fil Haditsin Nabawi (152-179).

WASIAT NABI YANG TERAKHIR MENJELANG WAFAT
Ummu Salamah Radhiyallahu ‘anha berkata,

كَانَ مِنْ آخِرِ وَصِيَّةِ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: الصَّلَاةَ الصَّلَاةَ، وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ، حَتَّى جَعَلَ نَبِيُّ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُلَجْلِجُهَا فِي صَدْرِهِ، وَمَا يَفِيصُ بِهَا لِسَانُهُ

“Sesungguhnya wasiat terakhir Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelang wafat adalah, “Jagalah salat serta perhatikanlah hamba sahaya kalian.” Beliau terus-menerus mengulang perkataan tersebut dan lisan Beliau tidak berhenti.”
(HR. Ahmad no. 26483, 26684 dan An-Nasa’i, Sunan Al-Kubra, no. 7060. Syeikh Al-Albani “Shahih” Al-Irwa’, 7: 238)

DOA DI AWAL PAGI
بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
اللهم صل على سيدنا محمد و على آله و صحبه و سلم

Ya Allah di pagi yang cerah ini aku memohon DENGAN KEAGUNGAN ASMA MU …
“YAA ALLAAH … MULIAKANLAH SAHABAT DAN KELUARGA SERTA HANDAI TOLAN KU INI.
LAPANGKAN LAH HATINYA, TENTRAM KAN JIWANYA, SEHATKAN FISIKNYA.
BAHAGIA KAN KELUARGANYA …..
JADIKAN ANAK ANAKNYA SHALIH/SHALIHAH ….

YAA RAZZAAQ ….
LUASKAN REZEKINYA SELUAS LAUTAN YANG ENGKAU CIPTAKAN.

YAA RAHMAAN …
MUDAHKAN SEGALA URUSANNYA,
KABULKANLAH CITA-CITA, DAN HARAPANNYA,
JAUHKAN DIA DARI SEGALA PENYAKIT, FITNAH, PRASANGKA KEJI, BERKATA KASAR.

YAA MAALIKUL QUDDUUSUS SALAAMUL MUKMINUL AZIIZUL JABBAARUL MUTAKABBIR. ….
JAUHKANLAH DIA DARI SEGALA MUSIBAH,
TERIMALAH SEMUA AMAL IBADAHNYA.

YAA ‘AZIIZU YAA GHAFFAAR. ….
DAN DI AKHIRAT KELAK JADIKANLAH DIA SEBAGAI PENGHUNI SURGA MU YAA RABB …,
SERTA JEMPUTLAH DIA DENGAN HUSNUL KHATIMAH.

آَمِيـٍـِـن … يَآرَبْ آلٌعَآلَمِِي

Semoga bermanfaat.
Wassalaam

Buya H. Mas’oed Abidin adalah ulama dan da’i, pernah jadi Ketua DDII Provinsi Sumbar dan Ketua Bidang Dakwah MUI Sumbar. Menulis 24 buku ke-Islaman dan adat budaya Minangkabau. Tinggal di Padang.

 

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan

1 Komentar
  1. Husnaini Jabbar mengatakan

    Terimakasih Add Unas sayang sharing ceramah2, Abang Buya, Barakallah, Aamiin Yaa Robbal’aalamiin