Syair Jadayat (Kepada Prof. Yusmar Yusuf)

Syair Jadayat
( Kepada Prof. Yusmar Yusuf)

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah jadayat1.jpg

Sempurna buat menguntai bismillah
Debar risau berganti gairah
Kemudian mantap menapak langkah
Berharap berkah datang melimpah

Ketika hari menjelang petang
Terbit takjub datang bertandang
Membaca goresan orang terpandang
Pujian menggeliat bertabur senang

Profesor Yusmar menulis jadayat
Sungguh membuat hati terpikat
Mendalam kaji sebenar hakikat
Demi sampai muara matlamat

Bukanlah diri bermain kata
Menulis alur karang cerita
Terbenam ghibah sampai berita
Kecuali terbaca ungkapan nyata

Sungguh tinggi ramuan bahasa
Serasa terbang membumbung angkasa
Ligat merangkai sepenuh kuasa
Lebur rasa semarak nuansa

Tuankah titisan pujangga Melayu
Lenggok merdu irama mendayu
Terbeliak mata mengeja sayu
Laksana meredam buah kelayu

Puncak kata telah digenggam
Seakan wujudu terserlah ilham
Mengajak sesiapa mengulit paham
Tidak berpikir bermacam-macam

Setiap kalimat bercabang kuntum
Merekah indah berpadu kulum
Geram terungkap seulas senyum
Perlahan berdegup menelan kagum

Sedikit tidak terlintas ragu
Untaian makna maha guru
Bara Melayu pantas digugu
Bukan mematung sebagai tugu

Bicara tegas menderas sampai
Tuan bukanlah penceloteh gemulai
Tidaklah menjilat berbuat pandai
Tetapi bijak menarik ungkai

Melihat orang kufur budaya
Menjeling singai korban aniaya
Terkadang dianggap bawa bahaya
Tuan membilas sedaya upaya

Sebingkai perisa adunan puji
Tersebab Melayu halaman saji
Sebalik risau muktamad janji
Melebur hasrat kaya imaji

Membaca jadayat membuka cakrawala
Seiring semangat menyala-nyala
Memantik gelora melebur gejala
Kemudian berasap tantang tempala

Madah indah berbalut risau
Sengaja urai sentak terpukau
Membayang rindu meratap igau
Menghujam tajam menghiris balau

Kepada tuan takzim terucap
Meneroka salut batin mengungkap
Berulang kali mata mengerjap
Membaca jadayat tirai tersingkap

Aduhai tuan semesta bermadah
Tertumpu anjung melayang indah
Melambung tinggi mendarat rebah
Lantunan hikmah menjauh ledah

Usah mengamuk saling becekau
Sebab jidayat mengusung himbau
Siapa tersinggung meratap racau
Buatlah tandingan balasan bedelau

Tetaplah menjadi permata pualam
Menjadi pesona keindahan alam
Percik cahaya hangat menuam
Terang buana tersingkir kelam

Semakin malam bertambah larut
Membaca jadayat gelora hanyut
Betapa tuan mengikat terpaut
Tersadai diri gelepar sangkut

Demikian sudah syair dilantun
Hilang pergi segala lamun
Jadayat tuan teramat santun
Bukan sembarang rujuk menuntun

Kelapapati, 10 Zulhijjah 1442 H

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan