Syair Menyibak Tirai Kamar – M. Rizal Ical

Syair Menyibak Tirai Kamar
Dingin malam menyapa tubuh
Mengundang hasrat mendekap labuh
Seketika senyap mulai bertaruh
Gelepar ingin meraih rengkuh

Usah peduli siulan jangkrik
Suara bising seakan mengusik
Jamuan sudah terhidang cantik
Tidak sabar mata melirik

Demikian pula sinar temaram
Mendukung desah melepas geram
Kecamuk rasa lama terpendam
Bukan bualan sekadar mengogam

Dingin menusuk hingga tulang
Gemeretak bibir gigit berulang
Selimut tebal malah menghalang
Denyut getar semakin membimbang

Sekelabat terlihat pungguk bertenggek
Bayang membias teramat molek
Saling bertatap berhias solek
Sebab larut menggoda colek

Secepat kilat menuju sumur
Membasuh mulut sambil berkumur
Mengusap mata mengusir kabur
Supaya semangat tiada luntur

Sekejap berdo’a bentang sajadah
Khusuk tawadhuk kepada Allah
Sebelum mata tertutup rebah
Bersanding hasrat memburu gairah

Seteguk air pelepas dahaga
Badan kuat bertambah tenaga
Langkah tegap mengikut bangga
Hendak menyelam dalam telaga

Sekujur badan berbalur haruman
Ruang tercium terkesan nyaman
Senyum sendiri manis untaian
Panggil menyapa suara pelan

Kelambu masih tertutup rapat
Debar semakin bertambah cepat
Apakah bidadari terlelap penat
Atau menanti berharap sangat

Seketika ragu menyentak tangan
Mengintai tirai halang pandangan
Berdegup detak jantung tertahan
Khawatir hasrat tidak kesampaian

Lampu kamar cahaya redup
Sedikit celah kelambu tersungkup
Badan rebah baring telungkup
Apakah senyum menyambut kuncup

Beberapa detik mengucap salam
Tentu tanda memberi paham
Senyap sekejap tiada gumam
Mungkin terlena mencari ilham

Sejurus kemudian salam bersambut
Suara halus terdengar lembut
Wajah cantik tergerai rambut
Sungguh pesona menerpa sangkut

Saling menggenggam merayu mesra
Hanya diam berbisik asmara
Lupakan segala duka lara
Terpampang nyata cinta gelora

Lebih lanjut silakan ditebak
Aroma wangi harum semerbak
Menguntum mekar jambangan sejambak
Sulit diungkap betapa semarak

Laksana pedang sesuai sarung
Dalam belantara langkah mengarung
Merenda kasih mendekap raung
Tersembunyi pandang kelambu terkurung

Marwah terjaga menutup syahwat
Tiada terlihat sembarang aurat
Tunduk patuh ketentuan syari’at
Supaya zuriat lahir selamat

Begitulah ketika kamar bicara
Cinta semakin hangat membara
Tanpa syarat walau sementara
Terlihat indah sungguh kentara

Sibak segera menggegas lepas
Sambil seimbang mengatur nafas
Sampai peluh mengucur deras
Syukur nikmat terucap lepas
Kelapapati, 5 Safar 1443 H

Kelapapati, 5 Safar 1443 H

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan