Idul Adha 1446 H, Lurus dah Mantapkan Niat Berkurbanlah Karena Allah SWT: Catatan Hendrizon

38

Ibadah Kurban akan terasa berat bila tidak di dasari dengan niat yang lurus dan kuat (Mantap). Setelah dua hal ini dilakukan, maka selanjutnya kembalikan segalanya penuh keikhlasan atas perintah dan mengharapkan keridhaan Allah SWT.

Inilah yang dilakukan oleh nabi Ibrahim AS saat beliau menerima perintah Allah SWT untuk berkurban menyembelihkan putra tercintanya nabi Ismail AS. Perintah berkorban dan penyembelihan itu diabadikan di dalam Al Quran surat As-Shaffat ayat 100-110.

Menurut para ulama ada tiga pesan yang disampaikan oleh nabi Ismail sebelum dilakukan perintah penyembelihan. Tiga pesan itulah yang membuat nabi Ibrahim menjadi kuat dan mantap untuk melaksanakan perintah penyembelihan yang didasari atas mengharapkan keridhaan Allah SWT.

Tiga pesan itu secara sederhana berbunyi sebagai berikut. Pertama Ikatlah tanganku kuat-kuat agar tidak banyak bergerak hingga menyusahkanmu.

“Ketika Ismail mulai diikat, ikatan mulai terasa longgar, kata Ismail ‘duhai Ayahanda, tolong kencangkan ikatan ini, supaya nanti saat saya akan disembelih tidak meronta saya dan tidak membuat ayah iba dan tidak jadi menyembelih saya,” Ujarnya

Sedangkan permintaan kedua, Nabi Ismail meminta agar pisau yang akan digunakan diasah dengan tajam. Hal itu guna mempercepat proses penyembelihan.

“‘Duhai Ayahanda, mohon tajamkan pisau itu, dengan pisau yang tajam akan mempercepat proses penyembelihan itu dan mengurangi sakit yang saya rasakan,” ucapnya.

Berita Lainnya

Matamata: Puisi S.H. Fashawi

Yang ketiga ini yang hebat, ternyata beliau (Ismail) sedang melipat pakaiannya, pakaian luarnya dan beliau katakan:

“Duhai Ayahanda, mohon titip pakaian ini kepada satu-satunya Ibunda yang sangat saya sayangi, sampaikan salam ku kepadanya,” ungkapnya. (Baca kisah Al-Ustadz Umar Baradja dalam Kitab Akhlaq Lil Banin Jilid 2 halaman 25.)

Bila dianalisa dari tiga pesan nabi Ismail diatas, maka dapat kita simpulkan, andai kata nabi Ibrahim mulai merasa ragu dan berusaha melepaskan ikatan terhadap nabi Ismail, maka Ismail (anaknya) lah yang meneguhkan sikap dan Iman Ayahnya (Ibrahim) untuk melanjutkan perintah Allah SWT.

Selanjutnya Ismail (Anaknya) lah yang menyarankan ayahnya (Ibrahim) agar dalam mempermudah pekerjaan atau perintah Allah SWT, pergunakan pisau yang paling tajam (Ide terbaik). Terakhir sampaikan salam jangan sembunyikan sesuatu hal kepada orang yang dihormati dan yang dicintainya (Ibunya Siti Hajar).

Maka dapat disimpulkan bahwa kesuksesan dalam melaksanakan sesuatu hal terlebih perintah Allah SWT, tak lepas dari sikap yakinnya seseorang atau ketidakraguan dengan diawali dari ide terbaik dan hormat serta senantiasa menjaga hubungan baik (silaturahmi) kepada orang-orang terhormat dan dicintai Allah SWT.

Sesungguhnya, bila kita ingin sukses melaksanakan suatu pekerjaan jangan lupa yakin dan penuh percaya diri, munculkan dari ide terbaik dan jaga hubungan baik antar sesama (Silaturahmi).

Bengkalis, 06 Juni 2025

Hendrizon Lahir di Bengkalis 17 Juli 1979. Bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil bagian Kehumasan pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bengkalis. Pada 24 Februari 2024 resmi dilantik sebagai anggota Perkumpulan Rumas Seni Asrizal Nur (PERRUAS) Riau sebagai Koordinator untuk Kabupaten Bengkalis Masa Bhakti (2024 -2026). Mulai Aktif menulis sejak tahun 2021.No.Hp/WA 0813 6561 9584.

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan