Seumpama Aur Dan Tebing | Syair : M. Rizal Ical

77

Syair Seumpama Aur Dan Tebing

Dengan rasa syair ditulis
Mengharap ridho do’a terbingkis
Kuasa Allah takkan terkikis
Nikmat diberi berrlapis-lapis

 Hidup sendiri kurang semangat
 Bersama-sama ikatan sahabat
 Perkara salah sama diingat
 Supaya jangan mendapat mudharat

Bersama sahabat setiap keadaan
Datang senang bersatu kekuatan
Sulit menghimpit cari penyelesaian
Seia sekata memikul beban

 Seumpama kokoh merapat aur
 Mengikat tanah erat berbaur
 Begitu hebat hempasan lumpur
 Tiada runtuh dukung pelipur

Akar menancap menyokong tebing
Serasi indah sama bersanding
Silang sengketa membuat runsing
Sahabat baik saling membimbing

 Nilai pribadi terhadap lebih
 Perkarang kurang hendaklah dipilih
 Sempurna diri bukanlah pamrih
 Menjaga hati supaya bersih

Sahabat kurang saling menutup
Barulah terasa manisnya hidup
Ucapan syukur pertanda cukup
Tahan amarah janganlah meletup

Tulisan Terkait

Rempang: Husnu Abadi

Berita Lainnya
 Budi bahasa penentu nasib
 Halus pekerti mendatang tertib
 Sembunyi buruk sembunyi aib
 Hubungan erat bertambah karib

Dengan sahabat jangan berhitung
Usah pula mengambil untung
Silaturrahmi hendaklah selalu disambung
Rezeki bertambah nikmat terhubung

 Janganlah diri mencari salah
 Banyak sabar banyak mengalah
 Setiap perbuatan ingatlah Allah
 Baru hubungan datangkan berkah

Hindari pula bersikap sombong
Jauhi berkata banyak berbohong
Ringan tulang saling menolong
Ketika susah selalu menyokong

 Usah memandang limpahan harta
 Sesama sahabat mendengar cerita
 Saling meraih mengapai cita
 Nasehat menasehati tanpa dipinta

Banyak sifat terlihat buruk
Sesama sahabat saling mengutuk
Tertawa riang saat terpuruk
Sumpah serapah bercampur aduk

 Sahabat mulia pelipur lara
 Berharap lekas hilang sengsara
 Tersenyum ikhlas tanda gembira
 Terjalin hubungan hangat menggelora

Selesai syair hamba dendangkan
Sebagai pengingat menjadi sempadan
Nasehat baik jadikan teladan
Hidup beruntung raih kemenangan

Kelapapati, 29 Rabi’ul Akhir 1442 H

Biodata Penulis:
M. Rizal/Muhammad Rizal Ical, penyuka sastra klasik dan semua genre tulisan. Lahir di desa Lukit, Kab Kepulauan Meranti, 10 Juni 1980, Sehari-hari bekerja sebagai Guru di MAN 1 Plus Keterampilan-Bengkalis dan Dosen Luar Biasa di STAIN Bengkalis, mengajar mata kuliah Budaya Melayu. Sangat senang menulis sastra klasik dan ribuan tulisan sudah ditulis diblog.Gurusiana.id. 1 buku antologi puisi sudah terbit, menyusul dua naskah Antologi Essay sedang dalam proses cetak. Saat ini sedang menyiapkan beberapa buku tunggal dari beberapa genre tulisan.

Untuk pemuatan karya sastra (Puisi, Cerpen, Esai Kritik Resensi, Peristiwa Budaya dan tulisan sastra lainnya) silakan dikirim melalui surel: redaksi.tirastimes@gmail.com

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan