Nutrisi Bernama Buku: Catatan Jimmy Frismandana Kudo

125

Nutrisi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah makanan bergizi. Nutrisi diperlukan bagi kita semua untuk mendapatkan pola hidup yang sehat sehingga dapat melakukan berbagai aktivitas dalam kehidupan sehari-hari sesuai dengan latar belakang dan tujuan masing-masing. Nutrisi yang baik berasal dari makanan dan minuman yang diolah dengan benar sehingga berbagai kandungan gizi dan vitamin yang ada dapat diserap oleh tubuh dan menjadi energi untuk menjalankan berbagai aktivitas, kegiatan, dan pekerjaan sehari-hari.

Ada satu nutrisi yang sangat penting dalam perkembangan dan pertumbuhan banyak orang agar mendapatkan berbagai ilmu pengetahuan dari banyak sumber. Nutrisi yang sangat penting itu bernama buku. Nutrisi ini tentu sangat dibutuhkan bagi perkembangan literasi masyakat yang dalam jangka pendek maupun jangka panjang mempunyai dampak bagi kelangsungan bangsa dan negara. Dari berbagai peradaban sejarah ditemukan satu hal yang sama yaitu peran penting buku.

Berbagai peradaban sejarah berdiri karena banyak faktor. Salah satu faktor yang mungkin jarang disorot yaitu peran besar buku dalam menegakkan peradaban-peradaban sejarah yang berasal dari pemikir-pemikir hebat dan tokoh-tokoh besar yang nama dan warisan sejarahnya selalu abadi dan dikenang serta dipelajari oleh banyak orang termasuk masyarakat Indonesia untuk selalu banyak belajar dari pengalaman sejarah.

Buku-buku yang mengasyikkan dan menyenangkan sangat mampu membuat seseorang larut dalam dunia literasi dengan tetap mengedepankan kritisisme agar dapat menghasilkan ilmu pengetahuan yang baik dan benar serta memberikan manfaat luas bagi masyarakat, bangsa, dan negara. Buku-buku yang membuat hati menjadi gembira dan suasana menjadi cerah layaknya anak kecil mendapatkan berbagai mainan yang ia inginkan.

Bagi orang-orang yang mencintai buku dan segala hal yang berkaitan dengan buku ketika melihat buku-buku tebal justru menjadi tantangan tersendiri untuk dapat membaca buku-buku tebal tersebut dari awal sampai dengan akhir melalui cara membaca yang tetap mengutamakan rasa ingin tahu yang mendalam demi mendapatkan berbagai nutrisi yang terkandung di dalamnya sehingga menambah banyak kosakata baru dan yang paling penting informasi-informasi baru yang melengkapi informasi-informasi yang telah didapatkan sebelumnya sehingga menjadi orang-orang dengan pikiran luas, wawasan mendalam, dan kerendahan hati yang memikat.

Berita Lainnya

Bagi mereka yang menyenangi dunia literasi, buku-buku tebal bukan untuk dijauhi tetapi untuk didekati. Lalu, dibaca dengan rasa ingin tahu mendalam dan kritisisme. Kombinasi dua hal ini mampu menghasilkan orang-orang cerdas, bersahaja, dan menggunakan ilmu pengetahuan yang dimiliki untuk kepentingan umum. Mereka tahu bahwa halaman demi halaman dalam buku-buku tebal menimbulkan rasa penasaran yang sangat tinggi sehingga harus dituntaskan karena buku-buku lain masih menunggu untuk dibaca, dianalisis, dan dihayati isi buku-buku tersebut.

Dari observasi penulis selama ini, dapat dilihat bahwa mereka yang mencintai dunia literasi selalu menjalankan budaya membacanya dengan begitu menjiwai sekali dari hati yang paling dalam sehingga menghasilkan pemikiran-pemikiran baru dari beragam sudut pandang. Selain itu, dari hal tersebut, beragam informasi baru didapatkan melalui diskusi-diskusi yang mengedepankan argumen kuat yang datang dari berbagai arah angin. Dalam banyak hal, informasi yang baik dan benar sangat penting untuk didapatkan sebagai cara menjadi manusia yang selalu belajar dari banyak orang, di mana saja, dan kapan saja.

Pertumbuhan dan perkembangan serta majunya bangsa dan negara termasuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berasal dari banyak hal termasuk dari nutrisi bernama buku yang menjadi salah satu aspek penting dalam pembangunan nasional Indonesia. Dalam hal ini yaitu aspek pembangunan masyarakat dari Sabang sampai Merauke demi menghasilkan generasi dan warga negara yang beradab secara perilaku serta cerdas dalam berpengetahuan untuk meneruskan dan mengisi kemerdekaan Indonesia.

Mengakhiri tulisan ini, penulis ingin mengutip perkataan Pramoedya Ananta Toer, sastrawan produktif negeri bahari, Indonesia. Pramoedya Ananta Toer mengatakan, “Membaca membuatmu bijak, menulis membuatmu dikenang.” Dari berbagai bahan bacaan yang telah dihayati, kita semua menjadi bijak menghadapi dinamika dan romantika kehidupan. Dari berbagai tulisan yang kita ukir, kita semua dikenang melalui kedalaman tulisan yang membuka wawasan dan menjadi inspirasi literasi untuk berbagai kalangan masyarakat Indonesia yang majemuk ini. Jadilah pembaca sejati yang selalu dan selamanya rendah hati!

Jimmy Frismandana Kudo
Guru PPKN SMA Darma Yudha Pekanbaru
frismandana@yahoo.co.id

 

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan